Rossi Dan Marquez Tiada Duanya!!!

bbc_rossi_marquez

Rossi dan Marquez sewaktu race Qatar

“Kami seperti Senna dan Prost” – itulah sepenggal kalimat dari Jorge Lorenzo yang menggambarkan situasi antara dirinya dan Valentino Rossi. Jorge tidak menjelaskan mana Senna (pembalap Brazil) mana Prost (pembalap Perancis) diantara mereka berdua tapi hanya sekedar menunjuk kepada situasi di box McLaren yang tahun-tahun ini tidak bisa dibilang ideal. Jorge hanya tersenyum ketika ditanya.

Kelanjutan kisah pembalap Spanyol itu sendiri sudah tahu, karena ia pernah tinggal satu atap😀 selama tiga tahun bersama Valentino dan akhirnya semua orang juga pasti ingat. Valentino menutup pintu dan membangun dinding pemisah. Jika sang juara dunia 2012 ini telah ‘mengundang kembali’ rivalnya yang paling terkenal untuk menjadi rekan satu timnya maka di kubu Honda lain lagi. Pedrosa memilih untuk berbicara sedikit mungkin dengan Marquez. Dani juga tahu rekan satu tim yang sulit bukanlah suatu hal yang baru untuknya. Dan jika ia menganggap bahwa mundurnya Casey Stoner adalah perginya rival terberat, mungkin sekarang ia harus berpikir lagi.

bbc_rossi_lorenzo

LORENZO DAN ROSSI – DUA AYAM JAGO DALAM SATU KANDANG

Sewaktu malam menjelang race kedua, taruhan akan mengacu pada pasangan satu tim mana yang akan mengalami perpecahan terlebih dahulu👿  Awalnya kejuaraan ini akan memberikan gambaran mengenai seimbangnya kekuatan masing-masing pembalap di box dan sepertinya perselisihan antar tim tak yakin terjadi. Lorenzo mungkin bisa tidur nyenyak usai melihat klasemen sementara pasca race Qatar, namun Rossi sebagai musuh ‘yang kurang baik’ yang mungkin di luar prakiraannya, meskipun ia memberikan pernyataan: “Saya ikut senang untuk tim dan Valentino”. Dengan anggun sang juara kedua pun membalas, “Jorge membuktikan bahwa ia lebih cepat dariku, dan saya pun bersedia untuk menjadi  wingman -nya”, ucap The Doctor dua minggu lalu.

Tapi satu hal yang bisa dipercaya, bahwa 20 poin yang diperoleh Rossi di Qatar,sepertinya bukan saja memberikan suntikan moral tersendiri bagi The Doctor, namun itu juga bisa membuat lawannya terutama rekan satu timnya sendiri bahwa ia masih merupakan musuh bebuyutan yang mesti ia kalahkan, mengingatposisi kedua yang didapatnya di Qatar bukan diperoleh dengan mudah, melainkan Rossi harus memperbaiki kesalahan setelah sempat terlempar ke posisi tujuh dan bergumul dengan grup barisan tengah sebelum akhirnya bisa mengejar rombongan Dani, Pedrosa dan Crutchlow. Pembalap Pesaro tersebut belum kehilangan gairah untuk menang, ia masih bisa memperbaiki kesalahan dan apabila terjadi pertarungan, Rossi lebih paham akan triknya. Karena bagi Jorge dan bagi pembalap lainnya, Rossi itu begitu cepat dan cerdik. Sepanjang musim dingin kemarin Valentino tampaknya tak berusaha ingin mencari konflik dengan rekan satu timnya tapi sekarang mungkin Valentino masih bermimpi untuk melakukannya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Lorenzo lebih menyukai Spies mendampinginya dengan alasan yang tak perlu dijelaskan lagi😀 . Rossi membuatnya tak nyaman baik di luar maupun di dalam trek. Rossi mampu menyita sorotan dan buruan para wartawan meski ia tidak menang!!! Dan pembalap Spanyol ini dikenal lebih suka ‘pembalap kedua yang bisa dipercaya’ dibandingkan si kuning yang bagaikan duri dalam dagingnya:mrgreen: Setelah Losail moral Valentino saat ini sedang meroket. Jorge senang dengan kemenangan yang diraihnya tapi ia yakin bahwa ini adalah pertarungan pertama, tapi bukan perang! Jika The Doctor mampu finish di depan Jorge maka semua niat baik yang sebelumnya pernah tercipta akan musnah seketika. “Olahraga ini adalah olahraga individual jadi tak ada persahabatan antara sesama lawan”, begitulah yang diucapkan Jorge Lorenzo. Rossi tahu akan hal ini dan  ia menyadari bahwa ‘permusuhan saat ini begitu  kuat’.

pedrosa_marquez

PEDROSA DAN MARQUEZ

Dani tiba-tiba menjadi waspada mengenai potensi Marquez, runner up MotoGP tahun lalu ini tampaknya tak terlalu girang bila membicarakan rekan satu timnya. Sementara Marquez dengan wajah polosnya menebar senyum ke kiri dan ke kanan karena hasil yang didapat diluar prakiraannya. Pembalap berusia 20 tahun itu tampil seperti dugaan banyak orang atau lebih. Kemenangannya adalah finish di depan Pedrosa. “Di awal race saya begitu bersemangat. Kemudian saya berada di belakang Dani dan saya ingin lebih cepat lagi”, ujarnya usai naik podium.

Sayangnya seorang pembalap yang melakukan debutnya harus finish di depan ia yang sudah 8 tahun berada di motor tersebut😦 Di race pertama Marc berhasil melakukan yang tak bisa dilakukan Dani : Head to head dengan Valentino Rossi. Sebagai pemanis, adalah kemampuan Marquez untuk berkomunikasi dibandingkan rekannya yang begitu introvert. Hubungan keduanya berbeda dengan duo Yamaha namun mereka juga bisa meledak sewaktu-waktu😀.

Mengenai bakat Dani Pedrosa, itu tak usah ditanyakan lagi tapi rupanya itu belum cukup untuk meraih titel juara. Tahun kemarin ia terbukti berhasil membuat kemajuan pesat, tapi sekarang setidaknya di Qatar, Pedrosa tahu ia gagal melakukan apa yang bisa ditunjukkan oleh Marquez.

 

Sumber : GPone

4 Tanggapan to “Rossi Dan Marquez Tiada Duanya!!!”

  1. Kemane Aja Bozzzzzzzzz…

  2. VR is the Best, Marguest the next …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: