Valentino Rossi : “Daripada Tetap Di Ducati, Saya Memilih Mundur Dari MotoGP!”

rossi_occhiali

Rossi merasakan sesuatu saat balapan MotoGP

Di usianya yang menginjak 34 tahun dan 17 tahun karirnya di kejuaraan dunia, Valentino Rossi bagaikan ‘highlander’nya MotoGP. Selama karirnya ia telah menghadapi lebih dari satu generasi pembalap dan Marc Marquez adalah pembalap di urutan generasi selanjutnya😀

Balik ke Yamaha, Valentino mempersiapkan diri untuk musim  yang lebih kompetitif dengan semangat darah muda:mrgreen: Rahasia kesuksesanku  adalah gairah terhadap motor itu sendiri, itu sudah ada sejak saya masih kecil dan sampai sekarang tak berubah. “Ada yang mengikuti balapan hanya ingin mencari ketenaran ataupun uang. Saya? Saya hanya untuk kesenangan. MotoGP memberikanku sesuatu feeling tak seperti olahraga yang pernah kucoba sebelumnya, yang mana saya tak bertahan lama”. papar The Doctor,

MASALAH USIA

Balapan melawan pembalap yang masih merangkak ketika Rossi sudah menjadi juara dunia tidak membuatnya gentar. “Saya masih termotivasi,  meski saya sudah meraih banyak kemenangan dan juara dunia, pasti itu. Saya akan balapan untuk waktu yang lama. Itu tak benar bahwa anda akan kurang tajinya atau anda tak mau mengambil resiko lebih jauh lagi karena usia. Saya pikir saya belum kehilangan apa-apa saat ini, pengalaman anda akan memberikan manfaat lain juga, yang artinya semakin banyak kartu yang bisa anda mainkan🙂, anda pun akan semakin lebih baik dalam menghadapi tekanan”.

Dengan tegas Valentino menyatakan : “Saya ingin gelar juara dunia lagi, tapi saya mesti kembali naik podium dan memenangkan balapan. Pertanyaannya apakah pembalap lain sudah mengalami peningkatan dan generasi baru sekarang semakin hebat. Olahraga ini banyak berubah dan sekarang juga, anda harus banyak latihan dan beradaptasi”.

PA1236599

Daripada tetap di Ducati Rossi memilih pindah ke SBK

DUCATI – SEJARAH ITU SUDAH USAI

Mimpi buruk bersama Ducati. “Bersama Ducati, saya tak merasa menyesal, saya hanya kecewa setelah enam atau 7 bulan saya mulai memahami bahwa ini rasanya tak mungkin dan ini sangat sulit untuk dilakukan. Perbedaan dengan pabrikan Jepang adalah mereka rendah hati. Bila anda mengatakan ada yang salah dengan motor para insinyur Jepang tidak menganggap hal itu buruk  tapi sebaliknya mereka menganggap itu sesuatu yang positif dan memberikan suntikan untuk bisa terus berkembang. Namun terkadang tak begitu halnya dengan Ducati, mungkin mereka tidak menerima respon dari pembalap  dan menganggap itu sebagai suatu penghinaan pribadi. Satu hal yang pasti 100% “Saya lebih memilih untuk menyerah daripada terus bersama Ducati mungkin saya akan pindah ke SBK yang lebih mendekati MotoGP”.

STONER ITU BAGAIKAN MISTERI

Ada seseorang yang sukses bersama Desmosedici, Casey Stoner.  Casey telah memenangkan banyak balapan dan meraih juara dunia bersama Ducati.  “Semua orang mengharapkan saya bisa lebih cepat dari yang lain tapi itu tak pernah terjadi – akunya – Casey Stoner tampil bagus di motor tersebut dan ia adalah satu-satunya. Saya tak tahu mengapa ia bisa, dari dulu sampai sekarang saya tak temukan jawabannya.

Pembalap asal Pesaro itu mendukung keputusan Stoner untuk pensiun  meski ada tapinya😀 “Setiap orang berhak memutuskan, anda tak bisa mengkritik orang lain tapi saya tak suka caranya berbicara mengenai keadaan sekitar MotoGP, kita harus menjadi panutan untuk pembalap muda. Saya telah menggambarkan kehidupan diriku sendiri, dari segi pembalap dan pribadi. Sebagai seorang pembalap saya merasakan tekanan,  tapi di balik itu ada hal-hal baik lainnya dan saya menikmatinya! :lols: Saya pun punya dunia kecil sendiri di Tavullia, kehidupan normal yang tenang dan saya bersenang-senang dengan teman di masa kecil”.

MASA DEPAN MENJADI PAUS?

Apa masa depan Valentino Rossi? Masih dini membicarakan hal tersebut tapi tanpa ragu-ragu The Doctor menjelaskan hal beberapa tahun yang akan datang. “Saya suka bekerja dengan pembalap-pembalap muda, membantu mereka berkembang. Mungkin ini adalah proyek untukku yang akan datang. Saya tak tahu bila saya akan menjadi tim manajer dan bepergian keliling dunia mengerjakan yang tak saya suka. “Saya ingin menjadi ayah dan punya anak – tapi saya tak tahu kapan dan saya tak ingin terburu-buru, ini belum waktunya dan saya belum siap. Saya akan menunggu sampai saya selesai dari MotoGP. Mengenai mimpi dan angan apabila ia punya mesin waktu Rossi menjawab : “Saya akan kembali ke jaman keemasan 500cc  untuk mengaruhi musim battle bersama Rainey, Schwantz, Gardner, Lawson dan Doohan”, jawab The Doctor.

Satu Tanggapan to “Valentino Rossi : “Daripada Tetap Di Ducati, Saya Memilih Mundur Dari MotoGP!””

  1. Rossi telah menjadi Panutan bagi Rossifumi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: