Interview Furusawa Ketika Berkunjung Ke Italia

Furusawa menolak membantu Ducati

Berita mantan kepala program Yamaha, Masao Furusawa yang berkunjung ke Italia menyebar begitu cepat. Setelah terlihat ia berada di Italia rumor begitu cepat berkembang bahwa insinyur legendaris Jepang tersebut telah dikontak Ducati untuk memperbaiki masalah yang ada di Desmosedici guna membidik agar Valentino Rossi tetap di sana. Rumors tersebut menjadi kenyataan, sehingga jurnalis veteran  Akira Nishimura pun menyambangi rumah Furusawa di Kyoto guna menanyakan kunjungannya ke Italia. Furusawa menjelaskan ia datang ke Italia atas permintaan Preziosi, berbicara tentang filosofinya mengenai desain motor, dan menjelaskan mengapa ia menolak untuk membantu Ducati. Furusawa ke Tavulia untuk berbicara mengenai masa depannya, dan memberikan visi tentang Rossi di Yamaha.

Akira Nishimura: Pertama-tama, berapa lama Anda pergi ke Italia?
Masao Furusawa : Hampir satu minggu. Saya kembali ke Jepang tanggal 25 Juli.  Ketika tiba di Italia, malam tanggal 19 Juli, saya menerima e-mail dari Yamaha Motor Racing – mereka tampaknya menemukan sebuah artikel di surat kabar tentang perjalanan saya – dan menanyakan apa tujuan saya ke Italia – Saya jawab saya ingin berkeliling besok,  kemudian menemui Filippo Preziosi hari berikutnya. Valentino pun menelpon ke HP ku dan mengatakan ia perlu berbicara denganku, jadi saya mengunjungi rumahnya di Tavulia.  Saya bertemu dengan Filippo dua kali dan dengan Vale sekali selama perjalanan tersebut.

Q : Biar saya jelaskan. Tepatnya di hari apa anda bertemu masing-masing dari mereka?
MF : Saya meninggalkan Jepang pada tanggal 19 di pagi hari dan tiba Italia di malam hari pada hari yang sama. Keesokan harinya saya pergi ke jalan-jalan, jadi saya bertemu Preziosi pada tanggal 21 Juli dan pertemuan kedua tanggal 23 Juli. Kami berbicara selama 3-4 jam sehari. Pada tanggal 24 saya mengunjungi Valentino dan pada tanggal 25 saya kembali ke Jepang.

Q : Apakah perjalanan tersebut merupakan undangan dari Preziosi?
MF : Begitulah. Kami berkiriman email sesekali. Di perusahaannya hal tampaknya semakin rumit karena Audi bergabung dengan manajemen sementara Valentino terlihat sangat enggan untuk bergabung dengan tim mereka. Filippo ingin berbicara dengan saya dan mengatakan ia akan datang ke Jepang, namun saya pikir begitu besar upaya yang harus ia kerahkan untuk datang di antara jadual race. Jadi saya jawab, saya yang akan ke sana.

Q : Berapa lama mereka telah meminta bantuan anda?
MF: Sejak pertengahan musim tahun lalu. Awalnya itu hanya lelucon, tapi kali ini tampak sangat serius, dengan mereka mengatakan bahwa ‘jika mungkin, kami ingin Anda membantu Ducati.

Q: Apakah Anda bertemu dengan Filippo Preziosi di kantor mereka?
MF: Tidak.  Kami bertemu di rumahnya karena rumor sudah menyebar dan kami ingin menghindari perhatian publik. Di rumahnya, Saya memberikan pelajaran tentang hal-hal yang sangat mendasar seperti bagaimana motor itu harus dirancang. Ia terlihat begitu terkesan dan ingin agar saya memberikan ceramah kepada koleganya mengenai hal tersebut.  Dua hari kemudian Filippo membawa para teknisi chasis bersamanya dan kami berbicara sekali lagi di rumahnya.

Q: Kedengarannya seperti Anda telah mencapai kesepakatan sebelum melakukan perjalanan guna membahas berbagai solusi teknis untuk motor mereka.
MF: Alasan saya pindah ke Kyoto setelah pensiun adalah untuk hidup tenang, namun, beberapa teman lama  meminta saya untuk bergabung dengan bisnis mereka dan secara bertahap saya mulai membayangkan bahwa hal ini sepertinya menarik untuk meluncurkan sebuah perusahaan konsultan kecil untuk diriku sendiri dalam beberapa tahun.  Yang akan memproduksi kendaraan dan industri pesawat. Ketika Filippo menghubungi saya, saya bercanda kepadanya bahwa dia bisa menjadi klien pertama saya. Ia terlihat begitu berminat. Saya katakan bila ia yang membiayai semua pengeluaran saya, maka saya akan kesana. Pastinya, saya tak ragu-ragu karena saya bisa tamasya ke Italia gratis!

Q : Apakah ini berarti bahwa anda telah terlibat dalam pengembangan dan modifikasi Desmosedici?
MF :  Tidak, saya tidak bisa mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan Yamaha, dan kami tidak membahas apa-apa secara detail. Saya baru saja menjelaskan mereka tentang pendekatan dan cara berpikirku, khususnya apa yang telah saya lakukan tahun 2004. Misalnya, ‘segitiga centroid’  atau membahas suspensi yang mereka ungkapkan sebagai ‘kekakuan’, tapi beda dengan pendekatanku.

Dan saya bertanya kepadanya mengapa dia memanggilku. Jika saya bergabung dengan mereka dan mendapat hasil yang baik, hal itu akan membuktikan pengembangan sebelumnya salah. Atau jika saya bergabung bersama mereka dan tak bisa berhasil, itu pun akan membuktikan bahwa keputusannya salah. Saya bertanya, apapun itu, anda pasti bertanggung jawab. Bagaimana mungkin anda mengambil resiko yang begitu besar? ‘Filippo segera menjawab dengan tenang. “Tidak masalah jika saya kehilangan posisi saya. Saya tidak peduli sama sekali. Semua yang saya peduli adalah satu hal, untuk membuat motor kami lebih baik. Ketika saya mendengar pernyataannya terlintas di pikiranku, “Filippo, anda mempunyai semangat samurai sejati”…

Q: Pokoknya, itu sangat aneh – terutama dalam masyarakat Jepang – Jika seseorang yang membantu dan memberikan beberapa ide untuk perusahaan lawannya.
MF : Pada dasarnya saya sudah pensiun dan mandiri. Jadi, tak ada halangan untuk membantu mereka. Namun seperti yang telah anda tunjukkan, saya mengerti bahwa dalam masyarakat Jepang adalah tidak pantas untuk membantu pesaing Anda. Di sisi lain, saya ingin membantu Filippo sebagai teman karena ia adalah seorang insinyur yang luar biasa. Selain itu, jika Valentino kembali ke Yamaha tahun depan, saya pikir membantunya di sisa musim ini, bukanlah hal yang buruk. Filippo menunjukkan berbagai usulan untuk membantu mereka. Saya bilang tunggu jawabannya dalam waktu satu minggu dan saya pun meninggalkan Italia. Sesegera setelah kembali ke Jepang, saya pergi ke kantor pusat Iwata (Yamaha) dan menjelaskan kepada mereka mengenai proposal Filippo.

Q: Bagaimana reaksi mereka?
MF : Salah satu ciri khas orang Jepang. Mereka berkata, “Kami tidak bisa mencegah Anda untuk melakukan apa yang Anda mau. Tapi kami berharap Anda melakukan hal yang benar”. Rasanya tidak masuk akal untuk menciptakan percekcokan di antara mereka. Jadi saya bilang, “OK. Lupakan saja”.

Q : Jadi Anda tidak akan membantu mereka setelah liburan musim panas?
MF : Tidak. Kesimpulannya, saya tidak akan membantu Ducati.

Q : Anda juga mengunjungi Tavullia pada tanggal 24 Juli.  Apa yang Anda bicarakan dengan Valentino?
MF : Ketika saya pergi ke Italia, Valentino sudah membulatkan tekadnya 99% untuk meninggalkan Ducati. Tetapi majalah dan surat kabar mengatakan bahwa saya ingin bergabung dengan Ducati. Valentino mengatakan bahwa jika ini benar, akan terjadi kesalahan, maka hal tersebut akan sangat memalukan.

Q: Bagaimanapun juga, ia ingin tahu maksud sebenarnya dari perjalanan Anda?
MF : Saya rasa begitu. Selama saya di Italia, ia menelepon ke HP ku setiap hari.  Kami putuskan untuk berbicara secara tatap muka maka ia pun mengundangku ke rumahnya. Setelah menjelaskan tujuan perjalanan saya, saya katakan padanya setelah kembali ke Jepang saya akan bertanya ke kantor pusat Yamaha segera jika saya dapat membantu Ducati dan saya pun akan memberitahukan kepadanya. Keesokan harinya, setelah meeting di Iwata saya mengirimkan email kepadanya untuk memberi tahu bahwa saya tak dapat membantu mereka.

Q: Apakah Anda berpikir untuk membujuknya kembali ke Yamaha selama kunjungan Anda ke Italia?
MF : Tidak, itu tak perlu.

Q : Sekarang, Rossi balik lagi ke Yamaha tahun depan. Apakah ada kemungkinan Anda membantunya sebagai konsultan perusahaan?
MF : Sangat tak mungkin. Karena saya yakin Yamaha memiliki potensi yang cukup untu menang selama dua tahun ke depan. Setelah itu – tahun 2015 atau nanti – mungkin saya bisa memberikan konsultasi, tapi saat itu Valentino sudah akan pensiun dari MotoGP

Q : Dari sudut pandang Anda, seberapa kompetitifkah ia tahun depan?🙂
MF: Yah … akan ada berbagai pendapat, tapi secara pribadi saya percaya dia masih memiliki potensi yang sangat tinggi. Namun, Jorge lebih konsisten dan lebih cepat dari sebelumnya. Tak mudah untuk mengalahkannya bahkan oleh Valentino. Pastilah ada pertarungan yang menarik di antara mereka, kita lihat saja.

Q : Dulu ada ketegangan  di garasi Yamaha tahun 2008-2010 karena persaingan antara Jorge dan Valentino. Bagaimana dengan tahun depan?
MF : Saya duga ketegangan tersebut akan muncul kembali.  Saya tidak heran jika Valentino berpikir untuk mengalahkan Jorge sebelum dia pensiun. Dia adalah seorang pembalap yang memiliki tekad. Saya kasihan dengan para pekerja di garasi, karena perut mereka pasti akan sakit lagi!

Selain itu, saya pikir YZR-M1 bisa lebih stabil. Motor yang kompetitif  ini telah dikembangkan dengan bantuan Valentino dan butuh waktu lama. Dengan kedatangannyaa kembali ke Yamaha,  proses pengembangan M1 akan semakin jelas.

2 Tanggapan to “Interview Furusawa Ketika Berkunjung Ke Italia”

  1. wuih…mantap tu…
    coba telfon mereka disadap n ikut nimbrung disini…
    pasti lebih menarik tuh…hwehhhe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: