Davide Brivio : Valentino Rossi Tak Bisa Menunggu Ducati

Davide  Brivio bersama Valentino dan Edwards usai race Jerez, 25 Maret 2007

Valentino Rossi tak punya waktu lagi untuk menunggu program Ducati MotoGP agar bisa kompetitif, namun ia membuat langkah yang paling berani kembali ke Yamaha dan menghadapi Jorge Lorenzo.

Ini adalah pandangan dari penasehat dan mantan bos tim Yamaha, Davide Brivio, yang yakin bahwa akhirnya suatu saat Rossi akan bisa meraih kesuksesan di Ducati nanti.

Sudah pasti Rossi akan mengakhiri hubungannya dengan Ducati sejak dua tahun terakhir yang minim prestasi dan kembali ke Yamaha dimana ia pernah bernaung di sana dari tahun 2003 hingga 2010 dimana ia memenangkan 46 race dan meraih 4x juara dunia. Brivio pun meninggalkan Yamaha bersama Valentino dan terus bekerja dengan pembalap Italia tersebut sebagai penasihatnya. Ia berkata pada karir Rossi di tahap ini ia tak bisa menunggu Ducati untuk bisa berubah menjadi kompetitif.

“Ini bukan pilihan mudah, Ducati bisa menjadi proyek yang membawa kemenangan, tapi itu terlalu lama bagi rider yang kini berusia 33 tahun”, ujar Davide kepada Gazetta Dello Sport.

Brivio menambahkan bahwa Rossi sama sekali tidak pernah menyesal telah menandatangani kontrak bersama Ducati.

“Sesuatu yang benar bahwa ia telah ke Ducati dan mencoba”, ujar Brivio bersikeras.  “Suatu hubungan yang bijaksana dari segi suasana pun selama 2 tahun ini positif. Yang kurang hanyalah hasil – itu yang terpenting”.

Brivio menggambarkan keputusan Rossi untuk melakukan perbandingan dirinya terhadap pemimpin kejuaraan dunia saat ini, Lorenzo di tim yang sama sebagai langkah yang ‘berani’.

“Dia telah mengambil jalan yang paling sulit, karena dibutuhkan keberanian untuk menantang Lorenzo, yang saat ini merupakan pembalap dalam kondisi terbaik dengan motor yang sama”.

“Rossi menempatkan dirinya dipertaruhkan dan bila kalah ia akan kehilangan segalanya, anda butuh keberanian untuk itu. Ia menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak  motivasi untuk mencoba menang”.

Ketika Rossi meninggalkan Yamaha untuk Ducati, sebagian besar krunya mengikutinya – termasuk teknisi terkenal Jeremy Burgess, yang juga pindah dari Honda ke Yamaha bersama pembalap Italia tersebut.  Brivio tidak bisa mengkonfirmasi apakah Burgess akan kembali ke Yamaha sebagai bagian dari kesepakatan baru Rossi.

“Vale telah mengungkapkan hasratnya, sekarang terserah kepada Yamaha untuk memutuskan,” tutup Brivio.

2 Tanggapan to “Davide Brivio : Valentino Rossi Tak Bisa Menunggu Ducati”

  1. bukan newbie Says:

    Ducati singing
    “… Tak bisa kah kau menungguku sampai nanti tetap menunggu.
    Tak bisakah kau menuntun ku sampai… La.. Laa.. Laaa… ”
    PeterPan aka Noah.
    Pembalapny gk sabaran,pembuatnya lelet bgt.
    Klop!!

  2. […] Sumber : https://motogpindo.wordpress.com/2012/08/12/davide-brivio-valentino-rossi-tak-bisa-menunggu-ducati/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: