Siapakah yang bisa menahan laju The Black Mamba?
Ada 8 race lagi tersisa yang artinya ada 200 poin tersedia untuk si pemenang. Lorenzo pulang dari Laguna Seca dengan keunggulan 23 poin dari Pedrosa dan 32 poin dari Stoner. Mereka masih bisa mengalahkan Lorenzo. Jika mereka menang di semua race maka Lorenzo pun masih berada di posisi kedua. Tapi balapan bukanlah seperti itu, pastinya bila satu kali saja Lorenzo tidak finish, maka ia berada dalam bahaya.
Tapi ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari sejarah MotoGP, selama 10 tahun era MotoGP 4 tak yang terdiri dari 16 race atau lebih, pembalap Spanyol biasanya bisa meraih gelar juara dunia kedua dengan mudah.
Dalam jangka waktu itu, tak sekalipun pemimpin klasemen setelah 10 race berlangsung tidak meraih gelar juara dunia. Hampir setiap waktu, jarak poin antara race ke-10 hingga akhir musim akan musim. Kecuali pada tahun 2006 setelah GP Jerman, Nicky Hayden unggul 25 poin atas Rossi, pembalap Honda tersebut berhasil meraih gelar juara dunia dengan keunggulan 5 poin dengan Rossi di akhir musim. Nilai paling tipis setelah Wayne Rainey mengalahkan Mick Doohan dengan 4 poin tahun 1992.
Biasanya marjin poin kemenangan akan semakin tinggi, catatan rekor terjadi pada tahun 2005 ketika Rossi mengalahkan Marco Melandri dengan 147 poin, dan yang mendekati adalah Lorenzo tahun 2010 dengan Dani Pedrosa sebesar 138 poin.
Masih ada beberapa race lagi perebutan antara ketiga rider Lorenzo, Pedrosa dan Stoner, tapi sepertinya Lorenzo lah yang akan membuat sejarah.






