Pengait kata (tags) tulisan ‘ GP12

18
Sep
12

Preziosi : Sasis Baru Sebelum Valencia

Kerja keras Preziosi membuahkan hasil

Filippo Preziosi terlihat menonton dari dekat race Misano yang menampilkan performa fantastis dari Ducati dan akhirnya ia mendapatkan kepuasan dari hasil kerja kerasnya. Setelah perayaan usai Preziosi pun terlihat  mengamati sesi tes kemarin yang dilakukan oleh Valentino Rossi, Nicky Hayden dan Franco Battaini. Nicky melakukan tes terhadap sasis yang diupgrade untuk pertama kalinya, Battaini konsentrasi pada pengembangan elektronik dan Rossi mengevaluasi dua versi baru : swingarm dan sasis.

“Tes yang begitu berguna. Kami telah menyediakan sasis yang sama persis seperti digunakan Rossi sewaktu race kemarin dari segi geometri tapi kekakuannya berbeda. Valentino memberikan kami umpan balik yang berguna dan memungkinkan kami untuk mendesain suatu evolusi yang memiliki karateristik positif  yang ia amati dan sesuai dengan harapan kami berdasarkan perhitungan yang kami buat tanpa kehilangan presisi. Valentino juga menyukai swing arm yang kami membawa swingarm baru yang disukai Valentino, jadi kami akan bawa ke Aragon. Nicky juga melakukan perbandingan dengan frame sewaktu di Misano dan swingarm yang digunakan Valentino kemarin. Komentar awal darinya bernilai positif tapi kita harus mengeceknya lagi di Aragon ketika kondisi fisiknya lebih baik. Berdasarkan data yang kami dapatkan hari ini kami akan mempercepat produksi langkah frame berikutnya yang bisa saja datang sebelum race Valencia”, ungkap Preziosi.

09
Apr
12

Jerry Burgess : “Kami Jauh Dari Cepat”

Rossi harus finish di posisi 10

Valentino Rossi dan Ducati mengalami malam yang suram di Qatar setelah pembalap Italia tersebut merosot finish di posisi ke-10 di malam pembuka race perdana musim 2012 yang juga menandakan dimulainya era 1000cc.

Juara dunia 9x tersebut harus tertinggal 33 detik di banding Jorge Lorenzo kan sebelumnya ia berharap hasil terbaik yang bisa diperolehnya adalah di posisi ke-6 bersama GP12 karena kurangnya kecepatan dengan Yamaha dan Honda.

Masalah understeer yang terus menerus dan kurangnya grip yang disebabkan karena pengiriman power mesin GP12 yang agresif, artinya GP12 belum bisa mengubah nasib Rossi setelah debut bencananya dengan pabrikan Borgo Panigale tersebut tahun 2011.

Pada awal lap di race kemarin, Rossi harus terkunci untuk memperebutkan posisi ke-6 bersama rekan satu timnya Nicky Hayden, Alvaro Bautista, Stefan Bradl dan Hector Barbera.

Tapi harapannya mengamankan posisi enam besar secara efektif berakhir di lap kelima setelah dia dipaksa keluar jalur karena aksi menyalib agresif oleh pembalap Pramac Ducati,  Barbera.

Rasa frustasi Rossi kian memuncak setelah ia  melakukan 22 lap dan untuk pertama kalinya ia mengecam keras Ducati dan kinerja GP12 tersebut.

Kepala krunya Jeremy Burgess, juga mengakui bahwa balapan pembuka kemarin tidak cukup baik.

“Balapan tersebut tidak cukup baik, kami bisa melakukan lebih dari ini. Kami selalu tahu apa yang harus kami lakukan dan ini masalahnya adalah berusaha mengecilkan jarak 0, sekian detik sebelum satu detik. Tapi yang jelas ini bukan podium jadi kami harus bekerja ekstra lagi”.

“Saya rasa kita harus bekerja lebih lagi sebelum memetik hasilnya, dan tidak banyak yang akan berubah dalam dua minggu sebelum Jerez. Kami telah belajar sedikit di sini tapi tidak cukup untuk membuat perbedaan yang serius.

‘Saya rasa Rossi juga tidak mengharapkan podium di sini. Mungkin antara Nicky dan Bautista yang bisa. Ia juga tidak senang dengan hal tersebut karena ia hanya akan berada di posisi keenam atau ketujuh”.

“Tapi itulah kecepatan kami, dan kami harus melihat mereka yang lebih dari itu,  yang waktunya terpaut lebih dari 10 detik”.

Rossi merupakan pembalap pabrikan paling lambat, start dari posisi ke-12 terpaut 1.6s  dari fastest lap yang dicetak Casey Stoner sebesar 1.57.144.

Burgess mengatakan: “Kami melakukannya bersamaan dengan kru Nicky, tapi tak ada yang mengejutkan. Saya pikir kami bisa berada di gabungan kelompok tertentu akhir race, tapi begitulah. Motor lebih baik dari lap per lap tapi kecepatan mereka di barisan depan sudah terpaut 57.1″.

“Mungkin dalam panasnya pertempuran di atas trek, Rossi bisa 0,2 det lebih cepat jika ia battle melawan seseorang, tapi tak lebih dari itu”, pungkas Jeremy Burgess.

08
Apr
12

Preziosi : Itu Bukan Kesalahan Rossi

Preziosi masih membela Valentino Rossi

“Kami sama sekali tak memiliki keraguan mengenai bakat dan kemampuan Valentino Rossi mengendarai motor, kami harus membawanya kembali ke posisi di mana ia patut berada”.

Suatu pembelaan yang penuh semangat dari Bapak Desmosedici, Filippo Preziosi. Tapi itu tampaknya sulit ditelan mentah-mentah karena teknisi punya alasan bagus untuk menyalahkan pembalap dan timnya karena hasil kualifikasi yang buruk. Namun Preziosi masih dan terus membela seluruh squad Ducati.

“Kami adalah tim. Kami membuat kesalahan bersama dan meraih sukses bersama. Tujuan kami adalah di barisan kedua dan kami meraihnya bersama Nicky Hayden. Sayangnya Rossi tidak bisa melakukan hal yang sama. Kami memilih arah yang salah, dan menyebabkan pembalap hilang rasa percaya diri. Dan rasanya sulit memulihkan rasa percaya diri itu di sesi 20 menit warm up”.

Bagaimana bila menggunakan setup Hayden untuk motor Rossi?

“Setiap pembalap memiliki gaya mereka tersendiri. Dengan part  yang tersedia, Hayden bisa kualifikasi di posisi 5 dengan motor tersebut. Tapi beberapa part yang sama tidak dapat bekerja dengan baik pada Rossi. Anda tak bisa mana Ducati yang benar, 5 atau 12, karena keduanya benar”.

 

 

08
Apr
12

QP : Nicky Besok Tampil Habis-Habisan, Rossi Masih Bingung

Hayden merupakan top Ducati di posisi ke-5

Filippo Preziosi boleh secara di depan umum membela Valentino Rossi dengan segudang bakat yang dimilikinya tetapi malam ini saat kualifikasi di Qatar, mantan juara dunia tersebut sudah kehilangan arah dan juga kehilangan sejumlah fans yang menyalahkan kinerja dari sang desmo, sebaliknya  mereka menyalahkan The Doctor yang menganggap sangat memalukan dengan pembalap sekaliber Rossi memberikan performa demikian mengingat Hayden saja bisa di posisi ke-5 dengan motor yang sama.

Di posisi ke-12, 1 detik dari Hayden, 2 detik dari Jorge Lorenzo dan hanya 0,8 det lebih cepat dari pembalap CRT, Colin Edwards membuat motivasi dan kepercayaan diri Rossi hancur lebur jika besok ia belum bisa menemukan setingan yang pas. Besok ia harus bertarung melawan CRT, yang sepertinya hal tersebut tidak hanya menyebabkan ‘bencana’ di atas trek, melainkan di tubuh pabrikan Borgo Panigale juga.

“Tujuan kami adalah lima besar, dan saya lega bisa meraihnya”, kata Hayden. Saya mencatat waktu 1’56 dengan ban keras, mungkin dengan ban lunak kami lebih baik lagi, tapi saya rasa ini saja sudah cukup, Kita lihat hasilnya besok malam. Daya tahan ban merupakan hal yang penting, dan karena kami banyak menggunakan ban, maka kami harus bekerja untuk itu.  Saya masih mengalami kesulitan sedikit dengan chatter dan understeer, tetapi tentu saja GP12 adalah Ducati tercepat yang pernah saya tunggangi, ini pasti akan membantu dalam balapan nanti. Mungkin race yang sulit, tapi saya menantikannya. Ada gap yang jauh dengan 2 posisi atas, tapi kami akan mencoba yang terbaik agar bisa start dengan bagus, masuk ke kelompok kedua, bertarung habis-habisan agar tetap bertahan, semoga kami dapat memperoleh hasil yang positif”.

 Rossi besok start dari posisi ke-12

Rossi yang bingung dan terlihat kecewa mengatakan : “Kemarin tak ada yang fantastis namun semua lebih baik, khususnya dengan ban yang sudah digunakan. Jadi tujuan saya adalah kualifikasi di barisan kedua. Saya begitu jauh dari target dan masalah kami semakin buruk. Ini begitu aneh karena kami hanya melakukan sedikit perubahan dari kemarin, tapi feeling terasa berbeda. Setelah kembali melakukan setting an motor seperti kemarin, kami lebih baik, tapi hal tersebut tidak bisa secara signifikan meningkatkan hasil. Saya tak yakin harapan apa untuk race besok, tapi yang pasti saya harap bisa lebih baik. Nicky membuat set up yang berbeda dari kami dan melakukan sesi kualifikasi yang baik dengan kedua ban jadi besok kami akan melihat datanya dan mencoba lebih baik lagi”.

07
Apr
12

Nicky Hayden Bermasalah Pada Chattering, Valentino Rossi Understeer

Hayden mengakui chattering menghampiri dirinya

Mantan juara dunia 1981 Marco Lucchinelli telah mengenal Valentino Rossi, bahkan sejak ia masih memakai popok :oops: nama kecilnya adalah ‘virus’ karena ia selalu menjengkelkan setiap orang di paddock dan menanyakan sejuta pertanyaan.  Malam ini Lucchinelli menjadi co-hosting Qatar untuk Italia 2 dan ketika melihat Hector Barbera yang memakai motor GP12 spec Valencia yang telah ‘dibuang’ oleh Rossi dan Hayden, namun ia lebih cepat dibanding dua pembalap pabrikan tersebut, Lucchinelli mengatakan ini saatnya untuk mengkritik pedas pembalap Italia tersebut agar ia melompat gila-gilaan di atas GP12 dan mulai menggeber motornya secara kencang atau ia harus pergi dari Ducati.

Meski Rossi harus finish di belakang Barbera dan rekan satu timnya, Hayden, secara ironi Rossi mengatakan, ‘Balapan itu hari Minggu’ dan meski Barbera mencatat hasil yang baik, kemungkinan ia mencetak waktu tersebut dengan cara membuntuti orang lain (dan memang benar).

Hector Barbera : ”Saya sangat senang dengan pekerjaan yang kita lakukan. Feeling dengan GP12 semakin membaik lap demi lap, strategi kami bagus.  Hari ini kami mulai sesi latihan bebas kedua, mencari waktu lap cepat dan kami berhasil. Kami memiliki beberapa masalah dengan ban belakang yang, setelah beberapa lap, rasanya slide. Masih ada beberapa hal lagi yang harus dikerjakan namun kami melakukan dua sesi latihan yang hasilnya bagus hari ini. Saya puas menjadi rider Ducati tercepat”.

Nicky Hayden mengalami masalah chatter yang memaksanya harus berada di posisi ke-7. “Setelah trek dibersihkan, kami mendapatkan grip yang lebih baik, tapi dengan cara itu saya harus mengalami masalah chatter. Ketika itu terjadi saya tidak bisa mengikuti sudut kemiringan saya. Dan saya melebar terutama di  tikungan yang datar. Kami mencoba beberapa solusi tapi belum ada yang pas. Chatter itu sangat aneh dan kadang-kadang tidak konsisten. Kami harus melihat data dan memilah-milah dan melakukan yang terbaik untuk mengatasinya. Kecepatan saya tidak begitu bagus tapi saya tidak khawatir. Motor begitu bagus  dalam hal top speed, yang sangat penting dalam race”.

Rossi target kualifikasi di barisan kedua

Valentino Rossi bahkan tidak berpikir untuk kualifikasi besok malam di barisan depan, barisan kedua adalah harapan terbaiknya dengan masalah understeer yang masih menemaninya sepanjang waktu.

“Hari ini berjalan cukup baik, dan saya akan mengatakan bahwa sesi terakhir adalah yang terbaik.Posisi ini tidak fantastis, tapi di sisi positif, saya sangatkonsisten dengan ban keras. Bagian depan memberikan saya lebih banyak feedback jadi saya bisa menggeber motor lebih kencang yang pastinya sangat penting. Motor sangat cepat di akhir trek lurus, understeer masih ada tapi saya rasa kami tahu dimana yang harus kami kerjakan. Kami berharap bisa meningkatkan dua atau tiga hal kecil dengan pengaturan untuk besok, dan kami akan mencoba untuk kualifikasi di baris kedua. “

04
Apr
12

Bos Ducati : Rossi Begitu Termotivasi Tahun Ini

Sampai kapan motivasi Valentino Rossi tetap bertahan?

Valentino Rossi tetap termotivasi dan bertekad untuk mentransformasi peruntungan Ducati di MotoGP, meskipun ia mengakui kecil kemungkinan untuk memulai era 1000cc baru di Qatar pada Minggu malam dengan akhir podium.

Vittoriano Guareschi mengatakan motivasi Rossi masih tinggi meski juara dunia sembilan kali tersebut harus menjalani tes musim dingin dengan sedikit berat.

GP12 yang secara radikal baru dengan frame aluminium spare yang bertujuan membereskan masalah understeer sepertinya belum membawa harapan besar bagi pembalap berusia 33 tahun tersebut.

Rossi harus puas berada di posisi ke-6 sewaktu tes di Jerez, hampir satu detik terpaut dengan juara bertahan Casey Stoner yang nongkrong di posisi teratas :D .

Tapi Guareschi mengatakan motivasi Rossi masih tinggi, “Ia tidak muda lagi seperti halnya ketika ia tiba di Yamaha pada tahun 2004 namun motivasi nya begitu besar dan saya rasa, Valentino bersama dukungan yang diberikan kepadanya bisa berjuang untuk meraih kemenangan. Adalah hal yang penting bila memulai musim dengan baik dan dekat dengan pembalap barisan depan”.

Meski musim kemarin yang bagaikan bencana, dengan mencatat satu podium saja di posisi ke-3 dan kehilangan rekornya untuk menang paling tidak satu kali dalam satu tahun dalam karirnya di Grand Prix, masyarakat Italia tidak pernah secara terbuka mengecam Ducati.

Sebelumnya di Honda dan Yamaha Rossi tidak takut menyuarakan kekhawatirannya tentang kinerja mesin motornya.

Tapi di depan umum setidaknya sejauh ini, ia menolak untuk mengutuk Ducati atas hasil yang kurang memuaskan. Guareschi menambahkan, “Valentino langsung mengerti bahwa kami bekerja untuk memperbaiki motor dan tidak tinggal dalam situasi yang sama. Kami mengerti apa yang diinginkannya lalu kami kemudian segera mengubah motor”.

“Itu tidak mungkin untuk segera mengubah motor dan kami perlu waktu untuk mengembangkannya.  Tapi kami tahu bahwa kami harus membuat motor yang berbeda sama sekali. Saya rasa karena hal inilah Valentino tetap begitu tenang”.

Mantan bos Valentino Rossi di Yamaha, Davide Brivio, seperti yang dilansir MCN mengatakan bahwa, ”Saya pikir karena dia bisa melihat bagaimana berat mereka bekerja, sangat sulit bagi Rossi untuk mengkritik atau mengeluh”.

“Para teknisi benar-benar bekeja untuk menjadikan motor ini sukses. Mereka membuat 3 motor tahun lalu, sulit rasanya mengatakan hal-hal yang buruk”. :oops:

Brivio juga tidak memiliki keraguan tentang motivasi Rossi menjelang race pertama di Doha pada Minggu malam. Brivio juga menambahkan penting sekali bahwa GP12 harus lah terlihat membaik di awal musim untuk menjaga motivasi Rossi itu sendiri.

Brivio pun menambahkan, “Saya masih melihat Valentino sangat termotivasi tapi jujur saya tidak tahu berapa lama ia dapat bertahan dengan motivasi tersebut bila tidak ada hasil sama sekali. Ia membutuhkan dorongan untuk menjaga motivasinya”.

“Saya tidak yakin berapa lama ia bisa bertahan di level seperti ini, jika tidak membuahkan hasil sama sekali. Ia sangat ingin kembali ke posisi puncak dan kembali merasakan kenikmatan berada di barisan depan”, tutup Brivio.

03
Apr
12

Valentino Rossi “Saya Realistis, Kami Masih Tertinggal Jauh”

Dengan rendah hati Rossi menyatakan bahwa mereka masih tertinggal jauh

Kejuaraan Dunia MotoGP 2012 akan dimulai Kamis mendatang, disaksikan oleh Sirkuit Qatar dengan sesi latihan bebas pertama 45 menit untuk Moto2 dan MotoGP serta 40 menit untuk Moto3 yang akan dimulai di malam hari.

Selama tiga kali tes di musim dingin, Valentino Rossi dan Nicky Hayden bekerja dengan Ducati GP12, jadi GP12 ini baru 2 bulan turun ke tanah. Ketika yang lain berkonsentrasi mempersiapkan race, Valentino dan Hayden masih menyesuaikan diri dengan motor mereka agar mereka dapat selaras.

“Selama musim dingin kami bekerja keras meski di satu sisi kami pernah mengambil arah yang salah, pada tes terakhir kami mendapatkan ‘good feeling’  pertama dengan GP12″, ujar Valentino Rossi. Dengan penyesuaian tersebut kami berangkat ke Qatar. Saya mampu mendapatkan umpan balik untuk lebih merasa menyatu dengan motor dan bisa mengendarainya dengan lebih baik.  Di  Losail nanti penting bagi kami untuk start dengan baik mulai dari sesi awal kualifikasi agar secara step by step Sabtu nanti rasa percaya diri kami semakin tumbuh dan mencoba memeras kemampuan maksimal GP12 dari potensi yang ada saat ini. Saya cukup realistis, saya tahu kami tertinggal cukup jauh dan masih banyak hal yang harus dibenahi. Tapi benar bahwa kami sudah memiliki arah mana yang harus ditempuh dan kami harus mencoba sebisa kami. Kami tidak akan merombak ulang motor tahun ini, melainkan akan mencoba melakukan progress sedikit demi sedikit”.

Nicky terlihat optimis menatap musim 2012

Nicky Hayden
“Ini adalah musim ke-10 ku di MotoGP. Kami mempunyai tim yang solid dan saya pikir tahun ini pun kami memiliki motor yang baik.  Persiapan musim ini tentu saja dibatasi masalah fisik yang saya derita. Tetapi di Jerez performa saya hampir maksimal dan saya dapat melakukan lap sebanyak yang saya mau. Race di Qatar sepertinya berbeda dari yang lain karena diselenggarakan di malam hari. Sensasi yang kami rasakan, pada beberapa lap pertama setelah itu kami hanya berpikir untuk terus dan terus. Tak banyak perubahan pada trayektori dan set up, untuk saat tertentu anda harus memperhatikan kelembaban pada aspal khususnya di tikungan 2. Saya harap dapat mendekati pembalap atas pada race pertama semoga akhir pekan ini kami membuat kemajuan”.

Vitto percaya bahwa GP12 akan semakin menunjukkan perkembangannya

Vittoriano Guareschi, Manajer Tim
Musim dingin dengan pekerjaan yang  berat, usaha yang luar biasa dari Ducati dan semua departemen balap. Di trek bahkan Nicky dan Valentino pun berusaha keras dan meski saat yang sulit selama tes musim dingin. Saya rasa setelah bekerja keras di tingkat seperti ini, kami pun bisa diperhitungkan. Kami tiba di Qatar dengan dasar diskrit. Kami tahu bahwa yang lain ada di depan kami, di race kami akan memberikan jawaban yang lebih akurat dibandingkan sewaktu tes. Prioritas kami di hari Minggu adalah memberikan Valentino dan Nicky motor yang terbaik, saya yakin kami akan mendapatkan informasi lebih baik untuk meningkatkan motor kami”.

Rekor Sirkuit Qatar

Record: Casey Stoner (Ducati – 2008), 1’55 .153, 168,193 Km / h

Best Pole: Jorge Lorenzo (Yamaha – 2008), 1’53 .927, 170,003 Km / h

Circuit Length: 5.380 km

MotoGP Race 2012: 22 laps (118.360 km)

2012 MotoGP Race Time: 22:00 Local Time

2011 Podium: 1, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, 2 nd, 3 rd Dani Pedrosa

Pole 2011: Casey Stoner (Honda) 1’54 .137 – 169.7 Km / h

Fastest Lap 2011: (13 lap) Casey Stoner (Honda) 1’55 .366 – 167.9

Hasil Terbaik Tim Ducati di Sirkuit Losail 

2011: 7 ° (Rossi)

2010: 4 ° (Hayden)

2009: 1 ° (Stoner)

2008: 1 ° (Stoner)

2007: 1 ° (Stoner)

2006: 3rd (Capirossi)

2005: 6 ° (Checa)

2004: DNF


28
Mar
12

Polling : Akankah Rossi Menang Bersama Ducati?

Akankah Rossi bisa berjaya dengan GP12?

Setelah tes IRTA terakhir di Jerez de la Frontera pasti sudah ada bayangan mengenai potensi Valentino Rossi dan Ducati Desmosedici GP12. Meski terpaut hampir satu detik dengan Casey Stoner, apakah itu sudah lebih dari cukup? ;)

Nasib Valentino Rossi dan Ducati bagaikan yoyo, dengan hasil tes berada di posisi ke-6 tapi hasil positifnya front end tidak terlalu bermasalah. Di Qatar, 8 April nanti akan diadakan race perdana. Semua pasti akan menunjukkan kemampuan terbaiknya, bagaimana dengan The Doctor? Di Jerez Valentino Rossi telah bekerja keras mencari solusi untuk tampil baik di Qatar, berusaha melakukan langkah ini itu demi performa GP12, mencoret dirinya sepertinya adalah hal yang salah.

Tapi jika GP12 telah mengalami perkembangan seperti yang dikatakan Nicky Hayden, apakah masuk akal bila mengharapkan podium di Qatar? Kita tidak bisa menipu diri kita sendiri, ketika melihatnya berjuang meraih kemenangan… Ingat, Valentino Rossi sudah memenangkan 9 kali juara dunia dan sepertinya masuk akal bila mengharapkan ‘keajaiban’.

Setelah debutnya dengan Yamaha di Welkom 2004  dan menang meski bukan dengan motor terbaik,  setelah pertempuran epik spektakuler dengan Biaggi. Bersama GP12 adalah bukan debutnya dengan Ducati tapi paling tidak motor ini lebih sesuai dengan keinginan pembalap Pesaro tersebut.

Apakah Valentino akan berhasil menang tahun ini bersama GP12? Dan apakah ia berhasil meraih gelar ke-10 nya? Ayo berikan poling Anda :)

27
Mar
12

Hayden : Ducati GP12 Is The Best!

Nicky Hayden mengatakan GP12 motor terbaik Ducati yang pernah ia kendarai

Tiga hari tes Jerez, sebelum kita melihat Valentino Rossi dan Nicky Hayden berlaga di Sepang, di hari akhir masing-masing rider Ducati ini duduk di posisi ke-6 dan ke-8. Dan keduanya pun merasakan feeling yang campur aduk mengendarai motor Borgo Panigale tersebut, Rossi mengeluhkan understeer sedangkan Hayden akselerasi.

“Motor terasa banyak sliding di keluar tikungan cepat, menyebabkan banyak waktu terbuang, understeer bukan masalah utama saya”, ujar The Kentucky Kid.

Dua minggu lagi di Qatar, Ducati harus melawan waktu :oops:

“Sayangnya saya harus kehilangan waktu berharga karena cidera dan badai. Kemarin kami mencoba beberapa hal berbeda pada motor dan kami mengerti satu sama lain. Saya memaksimalkan tiga hari tes kali ini”, tambahnya.

“Saya ingin dekat dengan barisan depan, dan kecepatan saya pun lebih baik – masih, ini adalah motor Ducati terbaik yang pernah saya kendarai – tambah Hayden. Mudah dikendarai, banyak umpan balik,  dan feeling saya pun baik bersama motor ini”.

Bagaimanapun demikian, masih saja harus ditemukan apa yang kurang dari GP12 untuk memperkecil gap. “Saya tidak mengendarai motor dengan jarak yang dekat dengan pembalap tertentu jadi saya tidak tahu dimana level kami atau apakah kami lebih kuat dari yang kami prakirakan. Ada beberapa ide yang ingin kami kembangkan di Qatar, saya harap agar saya lebih kompetitif”.

GP12 akan terungkap keaslian sesungguhnya di Qatar nanti di bawah siraman cahaya yang menerangi Sirkuit Losail.

21
Mar
12

Ducati Berharap Pada Rossi dan Hayden

Valentino Rossi dan Nicky Hayden akan mencoba mencari catatan waktu terbaik di Jerez

Ducati akan melakukan salah satu tes yang paling penting dalam sejarah mereka, itulah yang diucapkan Vittoriano Guareschi. Di Jerez Valentino Rossi dan Nicky Hayden akan dibiarkan melakukan tes dimana mereka terpusat pada lap time.

Untuk pertama kalinya, pembalap Ducati ini akan membuktikan potensi GP12 ini yang sesungguhnya. Hari ini para kru Ducati sedang mempersiapkan garage dan segala sesuatunya sebelum tes digelar tanggal 23 – 25 di Jerez.




jarak pandang

  • 791,012

Kategori

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.