Pengait kata (tags) tulisan ‘ Andrea Iannone

29
Okt
12

Valentino Rossi : Yang Paling Membuat Frustasi Masalah Ducati Sama Sejak Tes Valencia 2010

Rossi mengakui tak bisa menakhlukkan Desmosedici

Minggu kemarin Valentino Rossi berbicara tentang rasa frustasinya setelah dua tahun bersama Ducati, setelah dua tahun gap dengan barisan depan masih saja sama dan masalahnya sama seperti pertama kali ia melakukan tes di Valencia. Kemarin ia berkata bahwa fokusnya saat ini adalah mengendarai Yamaha M1 untuk menaksir seberapa parah keadaan sejak ia bersama Ducati, Rossi juga mengatakan bahwa ada kesempatan bagi pengendara baru Ducati musim 2013 untuk menakhlukan Desmosedici.

Mengenai balapan di Philip Island, Rossi terlihat filosofis, setelah finish secara biasa-biasa saja di posisi ketujuh, dengan selisih +37 detik dari pemenang di trek yang mana Rossi pernah menang 5 kali berturut-turut ini, ia menepis pertanyaan yang menanyakan apakah race itu buruk atau tidak dengan sindiran. “Saya malah menduga lebih dari ini! Kemarin saya tertinggal 2 detik, 2 detik untuk 27 lap, saya kira bakal tertinggal 54 detik! Jadi ini race yang bagus”, candanya.

Sebelumnya rekor Rossi di Philip Island luar biasa tapi setelah dua tahun bersama Ducati ia gagal memahami mengapa Stoner begitu sukses di Ducati sedangkan orang lain tak berhasil. “Casey adalah satu-satunya rider yang bisa cepat mengendarai Ducati, semua yang mencoba Ducati akan hancur, bukan karirnya melainkan pikirannya ………….. Jadi selamat buat Casey. Tapi dua tahun yang lalu saya tak mengerti mengapa ada perbedaan antara Stoner dan pembalap Ducati lainnya  dan setelah dua tahun saya mengendarai Ducati saya juga belum mengerti”. Rossi tak percaya sewaktu ia Ducati ia berhadapan dengan masalah yang sama, dan ketika ditanya pengalaman apa yang dia dapat, seperti katanya menghancurkan pikiran, Rossi menjawab : “Saya pikir tak begitu, khususnya karena saya punya kesempatan lain”.

Sewaktu ia bersama Ducati, yang telah digembar-gemborkan sebagai pasangan dari surga antara dua ikon Italia, merek Ducati legendaris dan sembilan kali Juara Dunia Valentino Rossi,  ternyata lebih sukar daripada yang ia bayangkan. “Begitu sulit, dua musim yang sangat sulit. Bagian yang paling sulit adalah kurangnya kemajuan  meski banyak perubahan yang telah dibuat Ducati. Rossi menandai masa itu sebagai masa ‘yang paling membuat frustasi’ . Sedikit perubahan yang terjadi selama dua tahun terakhir, Rossi mengatakan : “Frustasi yang paling besar, terlepas dari hasil yang buruk dan feeling yang tak mengenakkan adalah kami memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan motor ini seperti halnya sewaktu di Valencia 2010. Dan terkadang muncul perasaan bahwa anda hanya menyia-nyiakan waktu anda, ini adalah yang paling membuat frustasi”.

Meski ia merasa frustasi tapi ia merasa sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang di Ducati. “Saya rasa akan begitu emosional di Valencia nanti karena di sana saya mendapatkan suasana dan orang-orang baik untuk bekerja sama dan mempersiapkan balapan. Dan saya pun selalu berkelompok dengan timku, bukan karena pilihan melainkan memang seperti ini, ini sifatku dan pastinya sulit untuk berkata ciao kepada mereka. Tapi di waktu yang sama anda tahu kami tak bisa meraih hasil yang bagus jadi ini adalah keputusan yang  baik untukku dan saya tak sabar ingin menaiki M1. Meski hasil yang buruk bersama Ducati Rossi merasa karirnya belum kehilangan sinarnya. Ini adalah pertama kalinya saya salah memilih karir. Di sepanjang karirku saya tak pernah salah namun kali ini saya salah”.

Sebagai rider kedua Rossi merasa kurangnya pressure pada dirinya

Rossi mengakui bahwa ia merasa gugup kembali ke Yamaha meski ia merasa yakin dengan keputusannya tersebut. “Saya rasa saya bisa memberikan dukungan yang sangat  penting pada Yamaha untuk meningkatkan motor. Saya yakin 100% karena antara saya dan Yamaha merupakan pasangan serasi dalam hal kerja dan peningkatan motor. Saya tak yakin  bisa berada di level yang sama seperti Lorenzo dan Pedrosa dan berjuang untuk menang dan meraih kejuaraan dunia, kamu tahu? Sejujurnya saya tak tahu jadi saya harus mencoba motor terlebih dahulu. Tapi kita punya waktu dua tahun  dan kalau ingin melakukan tes, tes di Valencia itu sangat penting untuk dipahami. Setelah kita bekerja kita harus memberikan maksimal Jeremy [Burgess] harus memberikan maksimal, setiap orang harus memberikan 100% untuk meningkatkan, memperbaiki masalah, meningkatkan level kami, untuk melawan, terutama  Lorenzo pada motor yang sama,  yang sekarang adalah juara dunia”.

Keuntungan kembalinya Rossi menjadi rider kedua, posisi tersebut memberinya banyak kebebasan. ”Anda tahu, kami adalah nomor dua, dan biasanya nomor satu berada dalam posisi yang lebih sulit, karena nomor satu – dalam hal ini Lorenzo dan Pedrosa -.Seperti saya dengan Lorenzo pada tahun 2008 dan 2009.  Jika anda finish di depan, OK , adalah normal. Tapi jika Anda finish di belakang tiba-tiba anda memiliki  masalah.”

Pertanyaan tentang rider Ducati baru yang bisa menakhlukkan Desmosedici cukup menarik perhatian Rossi. Andrea Dovizioso memiliki catatan trek tersendiri sedang Iannone belum mengalami pengalaman dengan pabrikan Jepang. Ben pun memiliki prospek yang menarik. ”Saya pikir menarik juga menunggu Spies, tapi dengan cedera, saya pikir kita harus menunggu sampai tahun depan. Pertama, menarik untuk memahami Dovi dan Iannone dibandingkan dengan Hayden. dan juga untuk memahami antara Dovi dan Iannone, karena Dovi memiliki lebih banyak pengalaman di MotoGP, di sisi lain, Iannone tidak memiliki pengalaman MotoGP, tetapi tidak pernah naik Honda dan Yamaha. Mungkin bisa menjadi keuntungan kecil, saya tidak tahu dan saya tidak yakin. Tapi bisa berbeda. karena pasti motor Jepang berbeda  dan Iannone berasal dari Moto2, tidak pernah naik motor Jepang, sehingga pikirannya lebih terbuka, kosong”, papar Rossi.

16
Sep
12

Rossi : Hadiah Buat Iannone

Rossi merasakan Desmosedici sudah mulai agak ‘sembuh’

Valentino Rossi terlihat berjuang di sesi kualifikasi dan ia tersenyum. “Senang rasanya karena kita mendapatkan keuntungan dari tes minggu kemarin dan melakukan perubahan yang bekerja dengan baik. Jadi ketika saya mengendarai motor, menikung dari satu tikungan ke tikungan lainnya, saya mengalami peningkatan, semoga bisa melakukan yang lebih baik dan saya berhasil berada di posisi ke-6 kualifikasi ini. Ini hasil yang bagus karena kecepatan yang lain pun tak begitu jauh, mereka yang ada di depanku”,

“Kita harus konsisten dan membenahi segala sesuatu. Saya bisa katakan sekarang motor sudah menuju arah yang benar, jadi saya hanya menegaskan feeling sewaktu tes minggu lalu, kita lihat saja nanti, dan bila pengembangan motor ini  akan berguna, maka saya akan sangat senang bahwa ini akan menjadi hadiah untuk Iannone di masa yang akan datang”, ujar Valentino.

07
Sep
12

Iannone Lebih Cepat Dari Rossi Di Atas Ducati

Andrea Iannone sewaktu menjajal Desmosedici

Andrea Iannone sewaktu tes bersama Ducati kemarin berhasil mencatat waktu lebih baik daripada yang dibukukan Valentino Rossi tahun ini. Di hari ketiga tes tersebut Iannone terlihat ingin menggunakan kesempatan tersebut guna membuat pabrikan Ducati terkesan dan memberikan alasan mengapa ia layak menjadi tim Ducati Junior tahun depan.

Iannone mencatat waktu 1.48.3 sedangkan Valentino Rossi sewaktu race mencatat waktu 1.48.502. Ini bukanlah waktu terbaik Ducati mengingat Nicky Hayden lebih cepat (1.47.671).

Hasil yang cukup mengensankan :lol:

“Catatan waktuku hari ini 1’48.3 (Kamis) feelingku mengenai tim dan motor bagus, tapi motor ini bukanlah motor yang mudah dikendarai. Saya tak  menduga bisa menghasilkan waktu seperti itu jadi saya cukup senang. Filippo (Preziosi) puas karena ini pertama kalinya saya bekerja dengan tim”.

Belum jelas kapan Ducati akan mengumumkan kesepakatan mereka dengan Iannone di Tim Junior dan apakah ia akan bergabung dengan tim tersebut. Tapi Iannone menambahkan : “Saya ingin mengatakan bahwa masa depanku sudah jelas…. Namun belum resmi, tapi ke mana saya tahun depan, sepertinya sudah dapat diprediksi”

05
Sep
12

Tes Ducati : Hujan Menghentikan Iannone Dan Pirro

Iannone melakukan tes bersama Ducati

Hari pertama dari 3 hari yang dijadwalkan untuk tes Ducati selesai sebelum waktunya dikaren akan hujan. Di atas trek kemarin tampak Andrea Iannone, Michele Pirro, dan test rider, Franco Battaini.

Tes tiga hari benar-benar tertutup rapat. Tetapi ada juga bocoran waktu, Iannone yang tercepat dengan catatan waktu di bawah 1’52 sedangkan Pirro lebih lambat. Sementara Franco Battaini terfokus pada pengembangan Ducati, yang sebelumnya dilakukan Valentino Rossi di Misano minggu kemarin dimana ia menguji sasis dan swing arm baru yang juga akan langsung dipakai sewaktu race di GP Misano pekan depan.

18
Agu
12

Ducati “Diblok” Oleh Regulasi. Mosok?

Ducati masih “tehalang” oleh “peraturan baru” yang belum pasti.

Ceritanya begini! perpisahan antara Rossi dan Ducati bukan hanya berurusan dengan nominal angka, kontrak, negosiasi, dan tokoh. tetapi juga antara orang-orang juga jelas pasti akan terlibat. nah antara hubungan yg tumbuh sepanjang waktu seiring mereka menghabiskan waktu bersama bukan saja sekedar tim, namun layaknya keluarga. Vittoriano Guareschi dengan begitu jujur memberikan komentar akan kehilangan The Doctor. “Saya minta maaf… Kami telah mencoba melakukan segalanya untuk mempertahankan Vale dan Valentino juga telah mencoba untuk mencari solusi, sayangnya kami tidak berhasil dan ini bagaikan sebuah penyesalan. Tantangan Red- The Doctor sudah berakhir, masih ada beberapa race lagi untuk melakukan yang terbaik kemudian akan mulai dasar awal untuk masa depan”.

Satu pintu tertutup, pintu yang lainnya terbuka tapi tujuannya tetap sama yakni untuk membuat Desmosedici kompetitif. Dovizioso diperkirakan akan bekerja sama dengan Hayden di garasi Ducati, tapi sang manajer masih enggan menyebutkan namanya. “Prioritas sekarang membangun tim baru dan kita lalu baru memikirkan tim junior. Borgo Panigale sekarang sepertinya mempertimbangkan setiap langkah berusaha tak membuat kesalahan apapun. Untuk tim lapis kedua telah muncul 3 nama : “Iannone, Petrucci dan Redding – semuanya memiliki potensi untuk bergabung dengan Ducati, ketiganya memukau kami”, ujar Guareschi. :D

Tapi permainan belum usai, Ducati sudah menantikan keputusan yang belum jelas. “Masalahnya, regulasi untuk tahun depan belum ditetapkan”, ujar Guareschi diplomatis. Di Bologna mengharapkan jawaban, apakah Dorna bersedia memberikan harga mati untuk sewa motor satelit 2013. Keputusan ini belum diambil dan pihak yang terkait akan melakukan meeting di GP Indianapolis ini. Saat ini jumlah yang pasti belum ditetapkan dan belum juga ada ketentuan tentang batasannya. Situasi ini menyebabkan kebuntuan pada Ducati karena saat ini mereka sedang menanti aturan yang jelas.Secara teori, peraturan yang baru harus siap bulan Mei tapi sepertinya semakin tarik ulur dan rumors-rumors yang ada belum resmi dikonfirmasikan.

08
Agu
12

Pernat : Rossi Hengkang? Jangan Salahkan Ducati

Pernat terkejut dengan pindahnya Rossi ke Yamaha

Sekarang anda hanya tinggal bersabar menunggu pengumuman resmi tentang pindahnya Valentino Rossi dari pabrikan Bologna ke Iwata. Mungkin akan diumumkan pertengahan Agustus atau siapa tahu lebih awal lagi :D yang pasti sang juara dunia 9x ini akan berganti wajah bersama tim terkuat yang pernah ada. Carlo Pernat tak bisa menyembunyikan kekagetannya ketika mendengar Rossi pindah ke pabrikan garputala ini dan ia tak dapat membayangkan skenario apa yang akan terjadi.

Valentino ke Yamaha, tinggal tunggu pengumuman resminya saja.
“Saya berani katakan bahwa 99% itu sudah selesai, kita biarkan kemungkinan 1% nya tersebut. Bukan hanya Valentino akan memiliki motor yang kompetitif melainkan Honda juga telah kehilangan kesempatan besar. Sangat logis bagi Honda setelah kehilangan Stoner mereka sewajarnya menghubungi Valentino untuk melawan Jorge bersama Yamaha. Saya bahkan mengira Valentino akan ke Honda”.

Anda terkejut?
“Pastinya! Kembalinya Rossi ke Yamaha ini luar biasa. Valentino telah kembali, meski di atas kertas ia menjadi pembalap No.2 . Kita bagaikan sedang bermimpi kita lihat sebuah pabrikan yang menentukan pilihan mereka tidak berdasarkan prestasi atau hasil dari pembalap tersebut melainkan pada ketertarikan keduanya :) Melihat Lorenzo – Pedrosa dan Rossi – Marquez bersaing, rasanya saya ada di dunia lain”.

Apakah mudah bagi Valentino dan Lorenzo untuk tetap bersama?
“Tentunya akan ada bunga dan mawar, tapi ini akan berbeda. Pertama Lorenzo dan mantan manajernya telah melakukan kesalahan  tidak menulis di dalam kontrak bahwa ia rider dengan posisi terkuat di pabrikan dan juga sebuah klausal untuk memilih siapa rekan satu timnya. Tapi sekarang saya rasa Lorenzo tidak akan memveto apapun mungkin karena ia merasa lebih kuat bertentangan dengan Valentino di masa lalu. Setelah Rossi meninggalkan Yamaha kita akan lihat siapa lagi krunya yang akan bergabung bersamanya”.

Kehilangan Rossi di Ducati akan terasa begitu besar.
“Ini adalah pilihan Valentino di usia 34 tahun ia tak dapat menunggu satu atau dua tahun lagi, dengan kemarahannya Valentino ingin membuktikan bahwa ia masih yang No.1″.

Apakah negosiasi kontrak baru Rossi dilakukan dengan cara sebaik mungkin?
“Ducati tak memiliki kesalahan ataupun kelayakan, pilihan mereka hanya Rossi, yang ingin menjadi pemenang. Desmosedici sedang dalam tahap perkembangan, dan ini terjadi. Begitupun halnya dengan beberapa pembalap lainnya yang hijrah ke WSBK : Melandri, Gibernau dan Capirossi kecuali Stoner”.

Siapa yang akan mendampingi Hayden?
“Yang paling mendekati untuk motor tersebut adalah Dovizioso, sesama orang Italia. Saya tak tahu apa gaya balapnya sesuai dengan Ducati tapi ia bisa mengendarai motor sedemikian rupa dengan sangat baik dan ini adalah suatu pilihan yang tepat”.

Bagaimana dengan Cal dan Iannone?
“Ya antara Dovi dan Cal, gaya Cal mirip dengan Stoner. Iannone? Saya rasa ia tak akan masuk tim resmi”.

07
Jun
12

Iannone : Saya Ingin Melihat Rossi Menang

Iannone yakin Rossi bisa menang di Ducati

Andrea Iannone, juara Moto2 Catalunya, memiliki kesempatan untuk bergabung di Gresini tahun kemarin mengingat sepertinya salah satu tempat akan kosong di sana setelah kepergian Marco Simoncelli, namun rupanya Alvaro Bautista lah yang menjadi pembalap mereka. Jika aturan yang melarang seorang rookie bergabung dengan tim pabrikan MotoGP dibatalkan maka akan ada kesempatan bagi Marquez dan Iannone untuk berkiprah di MotoGP tanpa harus melalui tim CRT atau satelit terlebih dulu.

Menurut wawancara yang dimuat di salah satu media Italia , Iannone bercerita tentang kansnya untuk naik ke kelas para raja tersebut.

“Saya akan senang jika aturan ini tersebut dicabut, baik untuk Marquez, yang akan Repsol Honda, dan untuk saya karena saya mungkin bisa mendapatkan  tim yang bagus.” ;)

Dan ketika ditanya apakah ia bersedia membela pabrikan Borgo Panigale, Iannone menjawab :

“Bagaimana bisa saya menolak jika sebuah pabrikan  memanggilku?”,tandasnya.

Andrea Iannone adalah sahabat dekat Valentino Rossi  dan  Iannone juga begitu yakin bahwa suatu saat Rossi akan kembali mengulangi sejarah indahnya, menjadi pemenang di MotoGP :)

“Untuk saat ini, Valentino belum berhasil, tapi saya pikir sebelum akhir tahun, sesuatu yang indah akan terjadi. Akhir-akhir ini kita lihat ia mengalami peningkatan walau sedikit demi sedikit, saya lihat ia semakin nyaman dengan motornya  dan saya senang untuk Ducati maupun Rossi sendiri. Saya adalah salah satu orang yang sangat ingin melihat kemenangan Rossi di Ducati. Saya memihak nya. Namun bagaimanapun saya akan sangat senang bila melihat ia menjadi pemenang dengan motor yang dia inginkan, baik Ducati, Honda ataupun Yamaha, karena di mana ada Rossi, maka race akan terlihat lebih cantik untuk ditonton”, papar Iannone. :mrgreen:

 

27
Apr
12

MotoGP Jeres : fp1 Motogp dan Moto2

fp1 MotoGP terhalang oleh Hujan – Sehingga… Pembalap pun malas untuk turun. 

gp lover’s — di fp1 MotoGP memang sungguh gak disangka dan gak di duga… Ivan Silva mampu mencatat lap tercepat 1 menit 48.674 detik di bawah hujan rinti-rintik yang menemani sampai akhir :roll: Meski tidak bisa jadi acuan lap tercepat, setidaknya ini hanya menjadi acuan sejauh mana performa motor mereka di sirkuit ini. Di tempat kedua juga gak kalah hebatnya ada Stefan Bradl dengan selisih sangat jauh dari Silva yang mencetak lap tercepat pertama. Kemudian disusul oleh Randy de Puniet di tempat ketiga dan Alvaro Bautista di urutan keempat. Sementara Colin Edwards yang jadi pembalap CRT terbaik di Qatar, kali ini hanya mampu jadi pembalap tercepat ke-8. Kondisi cuaca yang diharapkan mulai membaik di akhir sesi latihan, justru semakin memburuk. Akibatnya para pembalap kategori prototipe tidak jadi turun dan hanya berdiam sambil menikmati “kopi” bersama-sama di paddock masing-masing, kekekekek :mrgreen:

Continue reading ‘MotoGP Jeres : fp1 Motogp dan Moto2′

08
Mar
12

Moto2 : Iannone Beralih Ke Chassis Speed Up

Andrea Iannone berharap dapat merebut gelar juara di kelas menengah ini

Andrea Iannone  telah menyatakan ia akan kembali menggunakan sasis Speed Up untuk Moto2 untuk musim 2012.

Pembalap Italia tersebut berhasil mengklaim 3 kemenangan, 5 pole position, dan finish di posisi ketiga kejuaraan dunia tahun 2010 di musim perdananya menggunakan sasis Speed Up.

Iannone kemudian beralih ke desain Suter untuk tahun 2011 yang mana sekali lagi ia berhasil meraih 3 kemenangan dan berada di posisi ketiga di akhir musim.

Tetap bersama Speed Master, pembalap berusia 22 tahun ini kemudian diketahui menggunakan chassis FTR di musim mendatang namun secara mengejutkan akhir-akhir ini ia balik ke chassis lamanya Speed Up.

‘Speed Up’ 2010 merupakan versi modifikasi sasis FTR namun tahun ini ‘Speed Up’ benar-benar independent tanpa modifikasi dari manapun.

“Kami memiliki sasis baru dan swing arm baru untuk Speed Up, dan mungkin kami akan hadir di Jerez (tes resmi 19-21 Maret) dengan fairing yang baru”, ujar Iannone seperti yang dilansir motogp.com. “Swing arm terbuat dari serat karbon dan rangka pastinya memiliki desain yang inovatif dibandingkan dengan yang lain”.

“Motor terasa nyaman dikendarai sehingga kami memutuskan untuk menjalankannya tahun ini, start nya pun tidak lebih buruk dari FTR, dari sini hasilnya akan sama atau bahkan bisa lebih baik. Potensinya sudah ada, hanya tinggal dikembangkan lebih lanjut”.

Iannone yang berada di belakang Toni Elias dan Marc Marquez di daftar kemenangan Moto2, juga mengakui bahwa ia telah mendapat tawaran untuk hijrah ke MotoGP namun ia percaya karirnya akan lebih baik lagi jika ia berhasil memenangkan gelar juara kelas menengah terlebih dulu.

“Saya memiliki beberapa peluang menarik untuk beralih ke MotoGP, terutama dari tim Pramac Ducati, tapi sekarang saya senang untuk tetap di Moto2 dan saya punya waktu  satu tahun untuk memikirkannya,” kata Iannone.

“Akankah saya membalap di MotoGP tahun 2013 dengan motor bagus seperti Yamaha, Honda atau Ducati? Pastilah lebih mudah menjawabnya jika anda telah mengantongi gelar juara! Waktu akan menentukan!”

Speed Master pun naik kelas ke MotoGP tahun ini, dijalankan oleh Mattia Pasini di entri kelas CRT bersama motor ART Aprilia.




jarak pandang

  • 788,709

Kategori

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.