Pernat : “MotoGP sekarang membosankan”
Mengenai GP Indianapolis, banyak yang dibahas, dari sejumlah pembalap yang jatuh karena aspal yang kondisinya jelek dan kemenangan Pedrosa serta sikap pantang menyerah Casey Stoner.
“Sebelum race saya ingin membahas mengenai kondisi trek”, ujar Carlo Pernat. “Indianapolis adalah rumah bagi motorsport tapi treknya berbahaya dengan 3 jenis aspal yang berbeda. Barbera adalah korban pertama kemudian Hayden yang terancam absen di Brno, Stoner yang awalnya tak bisa ikut balapan dan Spies yang berisiko. Komisi balapan harus menindaklanjuti hal ini”.
Race ini disebut motivasi. Yang paling termotivasi adalah Dani Pedrosa yang setelah pengunduran diri Casey Stoner menjadi pembalap No.1 Honda. Psikologis ini memberikan semangat yang kuat. Stoner pun termotivasi dan terus lanjut menampilkan balapan yang fantastis. Dovizioso termotivasi karena hijrah ke Ducati dan akan menjadi petunjuk utama. Sedangkan Lorenzo bercita – cita untuk menjadi juara dunia, tidak mau terjatuh, dan beresiko lebih lanjut, yang ada di kepalanya hanya meraih juara dunia. Semua alasan ini positif, hanya satu yang negatif, yaitu Valentino Rossi. Semakin lama ia di Ducati, maka keadaan akan semakin buruk. Alasannya adalah karena ia pindah ke Yamaha, maka akan ada akhir musim yang buruk , saya rasa ini tidak benar. Anda harus bersikap profesional, sayang sekali bila harus berakhir seperti ini, keduanya harus mencari motivasi yang bagus satu sama lain”.
Akhirnya dapat saya katakan bahwa kita menyaksikan race yang membosankan. Ini bukan sesuatu yang baik. Kita harus mewaspadainya karena ini tidak bagus untuk masa depan MotoGP

0 Tanggapan ke “Pernat : Motivasi GP, Bukan Karena Rossi”