Arsip untuk Juni, 2012

26
Jun
12

Bos Dorna : Rossi Akan Mendapat Motor Kompetitif Tahun Depan

Podium dua di Le Mans adalah prestasi terbaik Rossi di Ducati

CEO Dorna, Carmelo Ezpelata yang berada di Valencia Minggu tadi menghadiri acara Grand Prix F1 (yang dimenangkan oleh Fernando Alonso, situs Italia Omnicorse.it berkesempatan mewawancarai Ezpelata.

Perkawinan antara Valentino Rossi dan Ducati tidak berhasil, bisakah Dorna mampu memiliki Juara Dunia yang tidak pernah menang? Dan apakah Anda percaya bahwa ‘The Doctor’ masih bisa menang?

“Saya sangat tenang. Valentino akan mendapatkan motor yang kompetitif tahun depan. Tapi saya tidak dapat mengatakan kepada anda motor yang mana. Tertalu dini mengatakannya, tetapi tahun 2013 kita akan melihat Rossi akan bertarung untuk menang,….lagi”

Menurut spekulasi atau kabar burung Sportmediaset, Honda dan Repsol menginginkan pembalap Italia tersebut untuk membentuk The Dream Team dengan Marc Marquez – yang satu sudah master dan satunya menjadi murid – Meski Honda tidak ingin Rossi kembali.

Jorge Lorenzo (Yamaha), Stefan Bradl (LCR Honda) dan Bradley Smith (Tech 3) adalah nama pembalap yang kontraknya sudah siap untuk tahun 2013.

26
Jun
12

Rossi Ducati – Semua Belum Berakhir :)

Rossi dan Ducati sepertinya masih akan tetap bersama :)

Bursa pembalap biasanya belum  memanas di Brno, tapi kali ini semua seperti berjalan lebih cepat dibanding biasanya. Diawali dengan berita pensiunnya Casey Stoner yang memberikan satu kursi kosong di pabrikan Honda.

Pihak HRC terlihat pasang muka anteng-anteng aja – apalagi yang bisa dilakukan Nakamoto dan Suppo untuk menahan Stoner, janji-janji manis pun tampaknya tak berhasil – tapi itu tidak menghentikan mereka untuk memburu Jorge Lorenzo.  Namun usaha mereka sia-sia ketika Lorenzo memutuskan dalam waktu singkat untuk tetap bersama Yamaha selama dua tahun, suatu pernyataan yang pada dasarnya menutup pintu pabrikan garputala tersebut bagi Valentino Rossi, yang notobene sebagai properti pasaran bursa pembalap yang paling ‘hot’ :D . Yeah meski tak seperti tahun-tahun sebelumnya, semua pabrikan tidak sekuat tenaga berusaha memohon untuk mendapatkan Juara Dunia 9x  ini, pengecualian mungkin : Ducati.

Yamaha memiliki kesempatan untuk menciptakan tim super mereka dari beberapa tahun lalu, tapi mengapa? Dengan performa Jorge yang luar biasa dan dengan kontrak dua tahun kedepan serta minus Stoner sebagai saingan. Tapi mengapa mereka masih memikirkan kemungkinan untuk meminang Valentino Rossi kembali yang kini bersama Ducati?

Ini pertanyaan yang pada dasarnya hanya memiliki satu jawaban: Rossi masih menjadi raja media komunikasi dan ia akan sangat berguna dalam menarik minat sponsor.

Apakah motivasi ini cukup? Jika ia berarti Rossi harus melakukan konsesi lebih banyak lagi terhadap pemanfaatan citranya daripada yang dilakukannya sewaktu dulu bersama FIAT Yamaha. Saat itu mobil pabrikan Italia tersebut tidak bisa mengasosiasikan Valentino Rossi dengan brand mereka, jadi apakah The Doctor bersedia untuk melakukan konsesi demi tujuan tersebut?

Poin yang lebih mudah adalah come back ke HRC. Meski Shuhei Nakamoto mengulang – ulang bahwa Rossi hanya diterima masuk tim satelit tapi sulit dipungkiri bila Rossi dan Marquez bersatu, keduanya adalah The Dream Team :D

Tentu saja aturan sekarang memungkinkan masing-masing pabrikan hanya menyediakan maksimum 4 motor – sedangkan Yamaha sudah dipenuhi oleh Lorenzo, Spies, Crutchlow dan Dovizioso (ditambah Bradley Smith yang siap mengantri), begitupun Honda yang sudah diisi oleh Pedrosa, Marquez , Bradl dan Bautista. Dengan kata lain, seseorang harus angkat kaki untuk menyediakan ruang bagi Valentino Rossi. Seperti yang kita lihat dalam kasus Marquez, Dorna bahkan rela mengubah aturan demi masuknya sang bintang di tim pabrikan.

Tapi bagaimana dengan Ducati, tim saat ini yang sedang Rossi bela tanpa banyak kesuksesan? Valentino mungkin sudah berpikir tentang rencananya setelah MotoGP, dan sering ia berkata bahwa ia tertarik dengan balap mobil. Audi yang menjadi perusahaan induk Ducati sekarang jelas bisa menawarkannya kemungkinan ini bahkan bisa memberinya kesempatan untuk gabung di tim 24 Hours of Le Mans mereka, balapan yang sering diimpikan Valentino Rossi.

Jadi saat ini kita sebaiknya tidak usah mempertimbangkan perpisahan antara pembalap Italia dan pabrikan Italia tersebut, karena kita masih belum memiliki jawaban pasti :evil:

24
Jun
12

Valentino Rossi : “Saya Tak Ingin Meninggalkan Ducati”

Valentino Rossi mencoba Panigale 1199

Pertama kali Valentino Rossi menghadiri World Ducati Week, Valentino mengerti bagaimana rasanya menjadi bagian dari keluarga Ducati ; kasih sayang dari publik Ducati, yang ‘hampir menyerupai suatu kepercayaan’. Hubungan perusahaan dan tim sungguh luar biasa, meski mereka belum menuai hasil yang memuaskan mereka bersama akan melanjutkan petualangan mereka di kancah MotoGP. Sewaktu wawancara di World Ducati Week pasca Diavel Drag Race Challenge akselerasi dengan  Ducati Diavel Carbon,  Valentino Rossi menegaskan ia berharap bisa terus bersama pabrikan Borgo Panigale itu di masa yang akan datang.

“Ini kali pertama saya kemari, menyenangkan rasanya dan begitu banyak orang yang hadir”, kata Rossi. “Sungguh bagus bila melakukan debut di sini dan memetik kemenangan, tapi sayangnya Bayliss memang lebih bagus dengan start yang lebih baik”. Ketika  Antonio Boselli, reporter Sky Sports,  mendapat kesempatan melontarkan pertanyaan apakah Valentino Rossi keberatan meninggalkan Ducati, Rossi menjawab, “Ya, tentu saja.  Dalam pengertian rasanya pasti lebih baik bila terus bersama Ducati dan membuat motor menjadi lebih kompetitif, karena seperti yang telah katakan bahwa fans Ducati itu begitu spesial. Ducati itu layaknya suatu kepercayaan, bukan hanya pilihan teknis semata”.

Valentino Rossi juga mencoba mengendarai Audi R8 LMS

Kemarin ketika tampil di  ”Misano World Circuit Marco Simoncelli”, Valentino Rossi tidak hanya menaiki Ducati Desmosedici MotoGP GP12, 1199 Panigale dan Diavel Carbon Red, tetapi juga ia berkesempatan mengendarai Audi R8 LMS yang dipersiapkan selama event tersebut.

“Sungguh menyenangkan, rasanya tidak mau berhenti. Saya harap akan ada kesempatan bagi saya untuk mengendarainya di masa yang akan datang”, tutur Rossi, hmm… apakah itu pesan bagi pemiliki Ducati Motor Holding yang baru ;)

24
Jun
12

Bayliss Mengalahkan Rossi Di Drag Race

Rossi dan Bayliss sewaktu final drag race

Kemarin di siang hari yang terasa panjang dan terik  event di dalam dan di luar World Ducati Week ditutup dengan acara Diavel Drag Race pertandingan Ducati Diavel Carbon, ‘muscle bike’ dengan kekuatan 164 hp. Nama-nama terkenal dari masa lalu maupun sekarang dari Borgo Panigale baik SBK atau MotoGP yang ikut berpartisipasi antara lain Valentino Rossi, Nicky Hayden, Troy Bayliss, Carlos Checa, Silvain Guintoli, Jakub Smrz, Niccolò Canepa dan Lorenzo Zanetti.

Format kompetisi sendiri terdiri dari tes singkat, diikuti sesi kualifikasi untuk menentukan pasangan dari tantangan. Babak pertama kualifikasi sebagai berikut Guintoli-Checa, Rossi-Canepa, Hayden-Zanetti dan Bayliss-Smrz.

Troy Bayliss melakukan burned out

Hayden kemudian menghadapi Checa, terlihat ia mengambil kendali di atas motor 200 pounds ini, Rossi sedikit menemui kesulitan dalam menghadapi Canepa, sementara Bayliss seperti memberikan pelajaran kepada Smrz. Setelah wheelie dan burns out, Hayden bertarung melawan Bayliss di semifinal dengan ban belakangnya yang hampir habis, dan mungkin ini salah satu sebab ia harus membiarkan lawannya ke final.

Duel yang diharapkan fans tiga tahun lalu terjadi di sini, duel yang hampir saja terjadi tapi Yamaha mengatakan ‘tidak’ : Rossi vs Bayliss.

Duel yang  tak pernah terjadi di WSBK terjadi di Misano kemarin, Bayliss menyambut dengan hangat dan sukacita, sedangkan Rossi terlihat sangat menikmatinya.

Dua ikon MotoGP dan Superbike ini dengan total 12 gelar juara dunia. Pemenangnya adalah Bayliss, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton yang berharap ia bisa mengendarai Ducati Superbike. Pujian pertama datang dari Valentino Rossi sendiri.

Valentino Rossi melakukan burned out sewaktu WDW

“Start ku buruk – kata Rossi sambil tersenyum – Bayliss lebih cepat, senang pastinya bila bisa menang, tapi tidak apa-apa”.

Pasca lomba kedelapan pembalap melakukan wheelie , menampilkan burned out an,  yang memberikan  beban pada radiator dari motor mereka – maupun hidung para penonton karena asap :mrgreen: – yang paling liar adalah Nicky Hayden, yang sepertinya tidak mau turn dari motor sebelum menyadari bahwa ban belakangnya sudah benar-benar habis :D

24
Jun
12

Lucchinelli : Rossi, Bila Cinta Tetaplah Bersama Ducati

Lucchinelli berharap Rossi masih cinta Ducati

Valentino Rossi, Nicky Hayden, Troy Bayliss, Marco Lucchinelli hadir di acara World Ducati Week guna memeriahkan acara pabrikan Borgo Panigale tersebut.  Marco Lucchinelli  adalah pembalap yang pertama memenangkan Superbike bersama 851 pada tahun 1988.

“Senang rasanya melihat para fans datang dan berkumpul di sini sekaligus bersenang-senang. Bagi saya Ducati adalah karir keduaku, anda bisa melakukan kebisingan di sini, tidak seperti sepakbola :D . Ducati dan Harley adalah kendaraan roda dua yang memiliki gaungnya tersendiri”, ujar Lucchinelli.

Selama dua tahun terakhir, daya tarik Ducati tidak hilang meski di kompetisi MotoGP mereka kurang bersinar. Di MotoGP Ducati harus berjuang menghadapi masa-masa sulit meski harapan dan ekspektasi digantungkan kepada Juara Dunia 9x Valentino Rossi.

“MotoGP dan WSBK adalah dua hal yang sangat berbeda – kata mantan pembalap Ceparana tersebut – kejuaraaan dunia adalah kejuaraan dunia karena di sana ada Valentino. Namanya membuat sejarah, dan namanya dalam bab lain bisa menjadi satu dengan Ducati jadi saya harap ia tetap bersama Ducati. Tetapi bila ada cinta di antara keduanya, bukan karena ada pilihan lain”.

Tak semua orang memiliki cinta yang indah pada pandangan pertama, tapi fakta menyatakan bahwa telah ada sedikit percikan bunga api yang terjadi antara Rossi dan Ducati.

“Setelah dua tahun semua terasa lebih sulit, pastinya ada masalah dengan Ducati, namun tak seburuk seperti yang dikatakan orang-orang. Di Silverstoner, Hayden bisa meraih pole sebelum ia jatuh”.

 

24
Jun
12

WDW 2012 : Rossi dan Hayden Menguji Panigale 1199

Valentino Rossi menjajal Panigale 1199

Akhirnya dua pembalap Ducati, Valentino Rossi dan Nicky Hayden, bintang tamu yang paling diantisipasi di acara World Ducati Week datang juga :D  di   Misano World Circuit ‘Marco Simoncelli. Dua rider terkenal pabrikan Borgo Panigale ini berkesempatan untuk menjajal Panigale 1199 yang sudah diberi nomor mereka masing-masing #46 dan #69, mereka sempat berwheelie ria dan drift yang pastinya memukau penonton.

Nicky Hayden di sesi pemberian tanda tangan

Segera setelah itu, kedua pembalap tersebut dibawa kehadapan fans yang meminta tanda tangan,  untuk dibubuhkan pada helm. poster, diari, ponsel, dan sebagainya :) , fans terlihat antusias bersama Nicky Hayden, dan apalagi terutama Valentino Rossi, yang fansnya benar-benar luarrr biasa banyak, begitu banyak sehingga pihak keamanan harus berjuang keras untuk menghadang fans yang memenuhi di luar box Ducati. Sorakan, nyanyian dan teriakan, saling dorong dan histeria menyambut sang bintang.

Pihak keamanan harus turun tangan mengamankan penonton

Sebelumnya ada misteri yang mengatakan bahwa fans Ducati tidak menerima kehadiran pembalap asal Tavullia ini – ada benar ada salahnya – karena mereka menganggap Rossi bertanggung jawab terhadap hasil buruk yang diraih Ducati. Tapi melihat euforia publik terhadap Rossi, sepertinya pendapat itu terlalu berlebihan. Pastinya barisan mereka yang mencela Valentino Rossi tidak sepanjang barisan yang mengidolakannya. Sejauh ini tak ada masalah, pun halnya dengan Nicky Hayden yang tanda tangannya jug diburu fans meski tidak seintens Valentino Rossi.

23
Jun
12

Ducati Berencana Melakukan Tes Swingarm Aluminium

Swing arm aluminium memberikan respon yang berbeda ketika di Mugello dan Catalunya

Proyek swing arm aluminium Ducati belum kelar sepertinya, dan Valentino Rossi bisa mengevaluasinya selama satu hari setelah race di Mugello. Pada tes di Mugello sebelumnya Rossi menyukai swing arm aluminium karena memberikannya rasa percaya diri.

Namun sebaliknya dengan Nicky Hayden, ia terihat kurang antusias dengan swing arm aluminium yang dirasanya malah menimbulkan chattering, sehingga pembalap Amerika tersebut tidak memakainya sewaktu race baru-baru ini di Catalunya.

Rossi benar-benar menguji part baru tersebut namun sewaktu di Barcelona ia harus menghadapi masalah chatter front end.

“Pada saat saya melakukan kemiringan maksimum dan mengerem, begitu banyak chatter yang terjadi, sehingga saya harus melambat”, kata juara dunia 9x tersebut. Selanjutnya Rossi terus memakai swing arm karbon dan mengetesnya swing arm aluminium kembali sewaktu tes pasca race di Catalunya.

Tapi sekali lagi ia harus berjuang dengan masalah chatter, Rossi bingung mengapa swing arm aluminium swingarm ini di Mugello bisa begitu bagus sewaktu di Mugello namun sebaliknya di Catalunya tidak begitu. Rossi bahkan tidak memasukkan swingarm aluminium di GP12 sewaktu tes di Aragon, kepala kru Jeremy Burgess pun menyatakan bahwa proyek tersebut akan ditangguhkan.

“Kadang di dalam proyek kita harus maju, atau sebaliknya, saya rasa kami akan mengenyampingkannya karena yang kami punya sekarang bagus untuk kami”, ujar Burgess. “Apakah anda akan membuat swing arm aluminium yang memiliki kekakuan torsi dan rigiditas yang sama? Atau anda tetap memakai yang anda sudah punya sekarang?”

“Apakah aluminium bertujuan untuk mengurangi biaya, karena jika berbicara tentang kekakuan, swing arm karbon sudah memenuhi hal tersebut”, tambah Burgess.

Tim Bos Ducati, Vittoriano Guareschi, menyatakan bahwa proyek swing arm aluminium akan ditinjau lagi nanti dan ia mengatakan kepada MCN bahwa mereka memproduksi dua swing arm aluminium yang berbeda, meski itu bukan suatu langkah besar.

“Bisa saja kita tetap mempertahankan hal yang baik (swingarm karbon) tetapi kita juga harus membuat terobosan, namun saat ini kami tidak memiliki waktu  untuk melakukannya”, ujarnya.

“Kami tidak akan membuang swing arm ini sia-sia, tapi kami butuh waktu dan setelah minggu-minggu sibuk ini kami bisa mengetesnya hari Minggu setelah race di Mugello untuk memperbaiki set up. Kami membuat ini untuk meningkatkan masalah cengkeraman belakang, Valentino mengatakan bahwa hasilnya lebih baik namun kami punya masalah lain”, papar Guareschi.

“Masalahnya adalah chattering, dan kami sedang berusaha menyelidikinya, aluminium swing arm adalah solusi bagi Yamaha dan Honda dan kami harap bersama aluminium swing arm kami juga bisa melakukan set up motor dengan baik di masa yang akan datang”.

22
Jun
12

Valentino Rossi Akan Membentuk Tim Sendiri?

Orang dekat Valentino Rossi mengatakan Rossi akan membentuk tim satelit

Majalah Forbes merilis daftar atlit dengan bayaran tertinggi di dunia pekan ini dan pembalap Italia, Valentino Rossi berada di posisi kedua puluh.  Forbes menyatakan, meski tanpa sumber yang jelas,  kontraknya dengan Ducati, Vale mendapat salary sebesar 17 juta dollar Amerika per tahun. Forbes juga menulis bahwa $ 13 juta diraih dari pihak endosemen.

Ok. :mrgreen:

Rumor yang paling heboh saat ini, yang didapat dari orang dalam Valentino Rossi adalah bahwa ia akan membeli tim satelit MotoGP dan dia sendiri yang akan menjadi pembalap tahun 2013.

Kecuali bila ada perubahan di tubuh Ducati Desmosedici – atau Direktur Balapan Filippo Preziosi dipaksa keluar :D – maka sulit  dibayangkan bila Rossi akan bertahan dan melanjutkan musim ketiganya di Ducati, yang artinya ia bisa memilih jalan untuk membuat tim sendiri bergabung dengan Honda atau Yamaha.

Hmm… jika angka-angka Forbes  yang melukiskan pundi-pundi uang Valentino Rossi akurat, pastilah  Valentino Rossi bisa membayar untuk tim satelit manapun di MotoGP!

22
Jun
12

Ben Spies Tak Kan Kembali Ke Yamaha Tech3

Spies tidak mau CLBK dengan Yamaha Tech3

Setelah Jorge Lorenzo menanda tangani kontrak baru dengan Yamaha selama dua tahun timbul tanda tanya siapa yang bakal mendampingi dirinya dï musim depan? Jika Cal Crutchlow atau Andrea Dovizioso menggantikan Ben Spies, yang notabene pastinya masih berharap untuk dapat bertahan di pabrikan Yamaha meski prestasinya tahun ini sedikit mengecewakan,, maka akan kemana Spies tahun depan? Sepertinya Ben tak mau untuk kembali ke Yamaha Tech tentunya.

Spies diawal musim ini prestasinya hanya bisa* finish terbaik 5 dan prestasi gemilang dari duo Tech3 makin memberi tekanan untuknya yang mana kedua rider tersebut pasti mengincar posisi untuk bersanding dengan Lorenzo di tim pabrikan.

Tim Yamaha Tech 3 ini telah mengikatkerjasama bersama Bradley Smith untuk waktu dua tahun dan bos tim Herve Poncharal meragukana adanya skenario bahwa Spies balik ke Yamaha tergantung pada apa yang terjadi dengan Crutchlow dan Dovizioso.

Crutchlow saat ini memikirkan dengan kontrak dua tahun untuk pindah ke tim pabrik Ducati meskipun pilihannya adalah tetap bersama Yamaha pabrikan YZR-M1.

Dan Dovizioso telah berulang kali berbicara tentang niatnya untuk hijrah ke tim pabrikan Yamaha tahun 2013.

Spies menjadi rookie tahun 2010 membela Yamaha Tech 3 dan dia berada di posisi keenam di klasemen akhir.

Poncharal mengatakan : “Saya rasa tak mungkin Spies kembali kepada kami lagi, kami pernah bersama tahun 2010 dan kemudian Ben naik ke tim pabrikan, ia memiliki bakat hebat dan sangat menarik bagi kami”.

“Bagi Ben sendiri itu akan menjadi sebuah langkah mundur dan saya tak suka mengatakah hal tersebut karena hal itu berarti kami tak memiliki tim yang bisa bekerja dengan baik”.

21
Jun
12

Crutchlow-Espargaro Siapa Yang Akan Ke Ducati?

Crutchlow dan Espargaro adalah kandidat terkuat hengkangnya Valentino

Banyak kabar sudah berdengung sejak berita pensiunnya Casey Stoner, anehnya ini membuat timbul pertanyaan siapakah yang akan menjadi rider utama Ducati? Tak perlu berspekulasi tentang akan kemana Pedrosa, Rossi dan Lorenzo, anda lupa bahwa apa yang akan terjadi pada pabrikan Borgo Panigale ini bila mereka kehilangan pembalap top mereka. Jika Valentino memperpanjang kontrak, kemungkinan Nicky Hayden akan masih mendampinginya, tapi jika dia pergi, rasanya tak mudah mencari penggantinya.

Kita juga tidak bisa mengabaikan bahwa Ducati sedang dalam masa transisi ke tangan pemilik baru, Audi. Gosip berhembus mereka akan mengontrak Cal Crutchlow selama dua tahun. Pembalap Inggris ini sudah berkembang dan telah menunjukkan kecepatannya. Cal mungkin tidak mendapat tempat di tim pabrikan, yang sepertinya bakal diisi Dovizioso, dan setelah dua tahun di tim satelit, sepertinya ia pun ingin pindah. Gaya balapnya yang alami pun sepertinya cocok untuk Desmosedici, yang berani dan agak sedikit ‘gila’ yang menyerupai Stoner. Apakah Cal akan menerma tawaran Ducati, yang motornya disebut-sebut sebagai penghancur karir seorang pembalap?

Jika Cal Crutchlow tidak masuk Ducati, masih ada nama lain yang disebut-sebut, yakni Pol Espargaro, yang menjadi target Ducati, ia adalah seorang pembalap yang telah matang. Seorang rookie yang bisa menjadi investasi masa depan. Ia juga tidak pernah mencicipi motor Jepang yang notabene sangat membantu dalam menjinakkan Ducati sehingga ia bisa tumbuh bersama Desmosedici dan bisa beradaptasi menungganginya.

 




jarak pandang

  • 790,497

Kategori

Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.