Rossi harus finish di posisi 10
Valentino Rossi dan Ducati mengalami malam yang suram di Qatar setelah pembalap Italia tersebut merosot finish di posisi ke-10 di malam pembuka race perdana musim 2012 yang juga menandakan dimulainya era 1000cc.
Juara dunia 9x tersebut harus tertinggal 33 detik di banding Jorge Lorenzo kan sebelumnya ia berharap hasil terbaik yang bisa diperolehnya adalah di posisi ke-6 bersama GP12 karena kurangnya kecepatan dengan Yamaha dan Honda.
Masalah understeer yang terus menerus dan kurangnya grip yang disebabkan karena pengiriman power mesin GP12 yang agresif, artinya GP12 belum bisa mengubah nasib Rossi setelah debut bencananya dengan pabrikan Borgo Panigale tersebut tahun 2011.
Pada awal lap di race kemarin, Rossi harus terkunci untuk memperebutkan posisi ke-6 bersama rekan satu timnya Nicky Hayden, Alvaro Bautista, Stefan Bradl dan Hector Barbera.
Tapi harapannya mengamankan posisi enam besar secara efektif berakhir di lap kelima setelah dia dipaksa keluar jalur karena aksi menyalib agresif oleh pembalap Pramac Ducati, Barbera.
Rasa frustasi Rossi kian memuncak setelah ia melakukan 22 lap dan untuk pertama kalinya ia mengecam keras Ducati dan kinerja GP12 tersebut.
Kepala krunya Jeremy Burgess, juga mengakui bahwa balapan pembuka kemarin tidak cukup baik.
“Balapan tersebut tidak cukup baik, kami bisa melakukan lebih dari ini. Kami selalu tahu apa yang harus kami lakukan dan ini masalahnya adalah berusaha mengecilkan jarak 0, sekian detik sebelum satu detik. Tapi yang jelas ini bukan podium jadi kami harus bekerja ekstra lagi”.
“Saya rasa kita harus bekerja lebih lagi sebelum memetik hasilnya, dan tidak banyak yang akan berubah dalam dua minggu sebelum Jerez. Kami telah belajar sedikit di sini tapi tidak cukup untuk membuat perbedaan yang serius.
‘Saya rasa Rossi juga tidak mengharapkan podium di sini. Mungkin antara Nicky dan Bautista yang bisa. Ia juga tidak senang dengan hal tersebut karena ia hanya akan berada di posisi keenam atau ketujuh”.
“Tapi itulah kecepatan kami, dan kami harus melihat mereka yang lebih dari itu, yang waktunya terpaut lebih dari 10 detik”.
Rossi merupakan pembalap pabrikan paling lambat, start dari posisi ke-12 terpaut 1.6s dari fastest lap yang dicetak Casey Stoner sebesar 1.57.144.
Burgess mengatakan: “Kami melakukannya bersamaan dengan kru Nicky, tapi tak ada yang mengejutkan. Saya pikir kami bisa berada di gabungan kelompok tertentu akhir race, tapi begitulah. Motor lebih baik dari lap per lap tapi kecepatan mereka di barisan depan sudah terpaut 57.1″.
“Mungkin dalam panasnya pertempuran di atas trek, Rossi bisa 0,2 det lebih cepat jika ia battle melawan seseorang, tapi tak lebih dari itu”, pungkas Jeremy Burgess.















