Arsip untuk April 9th, 2012

09
Apr
12

Jerry Burgess : “Kami Jauh Dari Cepat”

Rossi harus finish di posisi 10

Valentino Rossi dan Ducati mengalami malam yang suram di Qatar setelah pembalap Italia tersebut merosot finish di posisi ke-10 di malam pembuka race perdana musim 2012 yang juga menandakan dimulainya era 1000cc.

Juara dunia 9x tersebut harus tertinggal 33 detik di banding Jorge Lorenzo kan sebelumnya ia berharap hasil terbaik yang bisa diperolehnya adalah di posisi ke-6 bersama GP12 karena kurangnya kecepatan dengan Yamaha dan Honda.

Masalah understeer yang terus menerus dan kurangnya grip yang disebabkan karena pengiriman power mesin GP12 yang agresif, artinya GP12 belum bisa mengubah nasib Rossi setelah debut bencananya dengan pabrikan Borgo Panigale tersebut tahun 2011.

Pada awal lap di race kemarin, Rossi harus terkunci untuk memperebutkan posisi ke-6 bersama rekan satu timnya Nicky Hayden, Alvaro Bautista, Stefan Bradl dan Hector Barbera.

Tapi harapannya mengamankan posisi enam besar secara efektif berakhir di lap kelima setelah dia dipaksa keluar jalur karena aksi menyalib agresif oleh pembalap Pramac Ducati,  Barbera.

Rasa frustasi Rossi kian memuncak setelah ia  melakukan 22 lap dan untuk pertama kalinya ia mengecam keras Ducati dan kinerja GP12 tersebut.

Kepala krunya Jeremy Burgess, juga mengakui bahwa balapan pembuka kemarin tidak cukup baik.

“Balapan tersebut tidak cukup baik, kami bisa melakukan lebih dari ini. Kami selalu tahu apa yang harus kami lakukan dan ini masalahnya adalah berusaha mengecilkan jarak 0, sekian detik sebelum satu detik. Tapi yang jelas ini bukan podium jadi kami harus bekerja ekstra lagi”.

“Saya rasa kita harus bekerja lebih lagi sebelum memetik hasilnya, dan tidak banyak yang akan berubah dalam dua minggu sebelum Jerez. Kami telah belajar sedikit di sini tapi tidak cukup untuk membuat perbedaan yang serius.

‘Saya rasa Rossi juga tidak mengharapkan podium di sini. Mungkin antara Nicky dan Bautista yang bisa. Ia juga tidak senang dengan hal tersebut karena ia hanya akan berada di posisi keenam atau ketujuh”.

“Tapi itulah kecepatan kami, dan kami harus melihat mereka yang lebih dari itu,  yang waktunya terpaut lebih dari 10 detik”.

Rossi merupakan pembalap pabrikan paling lambat, start dari posisi ke-12 terpaut 1.6s  dari fastest lap yang dicetak Casey Stoner sebesar 1.57.144.

Burgess mengatakan: “Kami melakukannya bersamaan dengan kru Nicky, tapi tak ada yang mengejutkan. Saya pikir kami bisa berada di gabungan kelompok tertentu akhir race, tapi begitulah. Motor lebih baik dari lap per lap tapi kecepatan mereka di barisan depan sudah terpaut 57.1″.

“Mungkin dalam panasnya pertempuran di atas trek, Rossi bisa 0,2 det lebih cepat jika ia battle melawan seseorang, tapi tak lebih dari itu”, pungkas Jeremy Burgess.

09
Apr
12

Yang Tersisa Dari Race Qatar !

Akhirnya… race pertama pun ‘Usai” dan berlalu…

Di Sirkuit Losail, Qatar… yang terletak di sebuah padang pasir nan berdebu telah digelar race perdana MotoGP musim 2012. Race pertama yang di ceritaken…terjadinya duel antara Stoner dan Lorenzo dimana pembalap Australia tersebut mengalami gangguan fisik, sampai masalah ke rider CRT, dan pembalap kelas atas yang paling ‘panas’ Valentino Rossi.

Yang Indah…

Ini bukan bercerita tentang pertunjukkan CRT yang sepertinya tidak begitu digemari oleh kamera, melainkan motor prototipe, meski Stoner sedikit mengalami masalah pada lengannya yang menyebabkan hasilnya kurang maksimal. Tetapi pertarungan seru antara duo pembalap satelit yamaha tech3: Dovi dan Crutchlow cukup sangat mengesankan untuk di saksikan.

Yang Buruk…

Pembagian sesi latihan dan kualifikasi yang berlangsung selama 4 hari yang sepertinya begitu saja bisa ditinggalkan tanpa berpikir dua kali. Begitu membingungkan di mana Moto2 dan Moto3 harus melakukan sesi warm up sehari sebelum race dimulai, tak satu pun yang tau apa manfaatnya.

Qatar adalah negara pencakar langit di tengah gurun. Namun selera mereka patut dipertanyakan, dengan piala yang merefleksikan podium, tapi ini tiram emas dengan mutiara, yang sepertinya lebih cocok untuk lomba masak memasak :D

Yang Jelek…

Rossi akhirnya meledak jua kemarahannya di Ducati. Rossi tidak suka GP12 dan ia tidak puas dengan performanya. :evil:

Kekecewaan…

Meski Ben Spies tidak diperkirakan tidak memiliki masalah dengan chatter, namun finish satu detik di belakang rekan satu timnya, rasanya itu cukup menjadi tanda tanya. ya toh ?

Overtaking…

Yang paling seru adalah ketika Marquez mengovertake Iannone. Hmm…mbah deg-degan juga nih bro, situ gimana ? :D

Konfirmasi…

Bahwa CRT adalah bukan senjata perang yang tak perlu diragukan lagi. Contohnya: Colin Edwards, dengan pengalamannya pun nyatanya…tidak bisa membawa CRT ke pasaran :mrgreen:

Telah Saya katakan…

Bahwa Valentino Rossi di Jumat malam, sebelum malam kualifikasi telah mengatakan “berada di barisan kedua, sepertinya saya bisa”.

09
Apr
12

Rossi : “Ini Bukan Ducati Yang Saya Inginkan” Hufff !!!

Apa yang dirasakan dan di bayangkan sebelumnya…Akhirnya pun “Terjadi”

Satu tahun tlah berlalu… sejak Valentino Rossi menatap traffic light dari balik kaca depan Ducati. Debut bersama motor yang tidak begitu ia cintai, sedemikian rupa, sehingga ia menyatakan, “Saya telah mengerti sejak tes pertama, setelah beberapa lap.  Saya tidak akan memenangkan balapan pertama”.  Memang, musim lalu di Qatar ia finish ke  7, dengan jarak 16 “431 dari Stoner, rider Ducati sebelumnya. Sepanjang musim, hasil Rossi dan Ducati kian memburuk yang akhirnya meyakini kru Ducati untuk melakukan revolusi Desmosedici. Malam ini menggunakan chassis yang telah berganti kesekian kalinya, balapan kian buruk saja posisi ke-10 dengan selisih 33 ”665 di belakang sang juara, Jorge Lorenzo. Rossi merupakan pembalap Ducati yang finish terakhir, dan no.2 dari akhir rider finish menggunakan motor prototipe. wew…

Setelah itu… The Doctor terlihat begitu sedih dan malah yang lebih buruk lagi, dia begitu kehilangan rasa percaya dirinya. “Kami kehilangan harapan musim lalu. Ketika Barbera melewatiku dengan pergerakan keras sehingga mendorongku ke arah run off area, ia hanya punya satu tujuan: “untuk berada di depanku”.

Sebenernya posisi balapan…Itu bukanlah suatu masalah.

Yup sebenarnya posisi balapan, itu bukanlah masalah bagiku. tapi keadaan inilah yang begitu sulit rasanya. Bahkan saya punya pikiran untuk kembali ke pit dan menyelesaikan balapan, namun… saya terus lanjut, ini semua…HANYA UNTUK MENGHORMATI MEMBER TIM DUCATI dan untuk mengumpulkan data yang berguna. Terus terang…GP12 tidak sesuai dengan keinginan saya, seperti halnya GP11 dan GP11.1 dan setelah akhir race…untuk pertama kalinya  [Rossi] mengambil jarak dengan Ducati dan mengatakan : “”Ducati tidak mengikuti petunjuk yang telah saya berikan, saya bukan teknisi dan saya tak bisa memecahkan setiap masalah”! :evil:

Tujuan “Saya” adalah Setidaknya Untuk “Podium” !

Tentang Barbera dan Hayden yang finish di depannya, ternyata tidak begitu menarik minat The Doctor. “Finish keenam, tidak banyak yang berubah. Ini bukan hasil yang menarik bagi saya dan saya bertujuan setidaknya untuk podium”. Sesuatu yang sepertinya masih di luar jangkauan untuk saat ini. “Saya tidak bisa mengendarai motor seperti yang saya suka.  Saya lebih cepat dengan ban yang telah dipakai daripada ban baru. Bagian belakang terasa begitu mendorong dan hal sedikit meningkat ketika  ban mulai terasa slide. Saya tak memiliki keperacayaan, dan bahkan saya tidak bisa maju seperti Hayden yang telah mengerahkan segala yang dia mampu dan finish 28 detik dari sang juara”. :evil:

Dan bersama ini, mbah merasa…sepertinya kesopanan, santun profesional antara pembalap Italia dan pabrikan Italia sepertinya telah berakhir. “Masalah dengan motor belum usai, begitu pun permintaan saya terhadap motor. Motor tidak bisa dikendarai, dan tak banyak perubahan di trek manapun kami berada. Saya tidak bisa masuk tikungan dan mengerem secara keras dan kami tidak bisa berharap bisa berubah sepenuhnya dengan ban-ban baru Bridgestone.  Masalah ini tidak bisa anda pecahkan hanya dengan set up. Jadi si pembalap harus beradaptasi dengan motor, atau motor yang harus diadaptasikan sesuai dengan pembalap.  Ducati saat ini sedang di persimpangan jalan. hufff !!!

09
Apr
12

Dani Pedrosa – Flu, Casey Stoner – Sakit Lengan ! Hmm…

Walau hidung meler…Pedrosa bisa juara dua. Mayanlah… :mrgreen:

Terbukti…walau pun hidung “meler” Dani Pedrosa pun mampu membalikkan peruntungannya malam ini di Qatar, ia berhasil finish di posisi kedua setelah race yang mendebarkan. Meski ia harus menghadapi banyak masalah, skandal tentang boat license…bahkan ia harus menderita flu dan demam, sesuatu yang tidak disebut-sebutnya selama 4 hari terakhir. Hmm…

“Saya sangat senang dengan hasil ini karena kami telah mampu membalikkan semua masalah yang kita miliki selama akhir pekan. Setelah tes pra musim yang baik kami kemari, dan semua serba salah. Saya mengalami demam dan flu, crash hari Jumat. Kualifikasi pun bagaikan bencana.. Jadi rasanya luar biasa bisa berada di podium. Meski saya sedikit sedih karena saya pikir saya bisa memenangkan race. Saya hampir bisa melakukannya. Tim melakukan pekerjaan yang fantastis dan semua menjadi berbeda sewaktu sesi war term up. Kemudian saya melakukan start yang sempurna, yang penting dalam race untuk bisa tetap bersama Casey dan Jorge. Pada 4 lap terakhir saya mencoba untuk mengambil tampuk pimpinan namun Jorge lebih pintar dari saya dan memilih strategi yang lebih baik. Saya menyalibnya namun ia lalu melewati aku dan Casey. Kemudian saya berada di belakang Casey selama 1 putaran dan kehilangan kontak dengan Jorge. Anyway, ini awal yang baik untuk musim ini dan kami akan mencoba untuk berbuat lebih baik di Jerez, “kata Pedrosa yang memiliki beberapa masalah membalap dengan hidung meler.

Akibat terlalu ketatnya “Sarung Tangan” Stoner pun kedodoran :D

Sementara itu…lain halnya dengan rekan teammatenya CaseyStoner yang mengaku tlah mengalami masalah pada lengan kanannya. Jika memori anda masih kuat pasti pikiran anda melayang pada kenangan di Assen 2010 ketika leather yang begitu ketat juga menghalangi performanya. Tapi kali ini disebabkan oleh sarung tangan yang katanya begitu ketat sehingga membuat posisinya jadi kedodoran, dan ini…bukanlah dengan adanya masalah chattering yang di permasalahkan pada sebelumnya. :D

“Bukan begini akhir race yang kami inginkan setelah sesi latihan dan kualifikasi kami menyadari race akan sulit bagi kami, tapi akhirnya berakhir begini. Motor bekerja baik, saya bahkan bisa memimpin, ini benar-benar sesuatu hal yang positif. Namun saya menderita sakit pada lengan. Saya sudah merasakannya pada lap ketiga atau keempat tapi rupanya lambat laun rasanya semakin menjadi-jadi. Saya coba membuat gap dengan Jorge dan Dani dan mencoba menjaganya agar bisa menang tapi ketika race berlangsung rasa sakit itu kian memburuk dan otot saya pun tak bisa berbuat apa-apa. Saya tak bisa memegang handle bar dengan baik,  dan sungguh mengecewakan karena ditilik dari segi teknis pastinya race ini bisa menjanjikan”. Ujar Stoner.

09
Apr
12

Jorge Lorenzo : “Saya Tidak Pernah Menyerah” !!!

Lorenzo menjadi Raja baru Qatar

Jorge Lorenzo menjelaskan ia sudah cukup khawatir pada saat-saat warm up lap di mana kecepatan Rider Honda begitu mengagumkan kendati demikian Lorenzo sekali lagi menjelakan bahwa kemenangan yang diraihnya adalah buah dari ia tidak pernah menyerah… dengan kata lain ” maju tak gentar”  alias maju pantang mundur :D

“Suatu race yang luar bisa, saya kerahkan segala yang saya punya, semua energi, dan kemenangan ini adalah karena saya tidak pernah menyerah melainkan terus mendorong dan mencoba”. “Casey pun begitu kuat di awal race dan ia menciptakan gap diantara kami, untungnya di saat-saat akhir ia harus kepayahan dan berjuang  malahan kecepatannya pun menurun sedangkan saya tetap. Dan saya berhasil melewatinya. Saya sangat senang dengan Yamaha karena mereka telah bekerja keras musim dingin dan memberikan motor YZR M1 yang semakin Ok !”

Sementara itu Ben Spies finis di posisi ke 11… banyak fans bingung, yang tidak bisa mengerti mengapa ia begitu cepat memudar, apa penyebabnya, apakah setup yang salah? Ternyata masalah chatter.

“Sebuah balapan yang sulit, tapi itulah adanya. Saya telah mencoba airbag saya dua kali pekan ini, bagus ternyata bekerja dengan baik!  Kami kembali ke Jerez sekarang dan semoga masalah ini dapat diatas. Senang melihat Jorge bisa menang, karena ini berarti motor Yamaha bekerja dengan baik, kami memiliki masalah dengan chatter jadi hanya perlu untuk memeriksanya bagaimana hal itu” ujar Spies. Di Twitternya… Ben sempat menulis, ‘Hal itu bisa saja terjadi…apabila anda mengendarai motor yang telah crash 2x”. ungkap Spies.

09
Apr
12

MotoGP Race Qatar : Dan Lorenzo Pun Jadi Juara!

Lorenzo tampil sempurna malam ini
Start dari posisi pertama menghantarkan Jorge Lorenzo menjadi juara di race pertama musim ini era 1000cc. Sempat disalib Stoner, Lorenzo pun menunjukkan kembali kepiawaiannya. Didukung strategi yang ciamik dalam menghemat ban menghantarkan Juara Dunia 2010 ini menjadi juara. Duo Honda Casey Stoner dan Pedrosa pun menjadi pendamping Lorenzo di podium, Pedrosa berhasil meng take over Casey pada lap akhir dan membuatnya bercokol di posisi kedua.
Cal Crutchlow dan Dovizioso pun menyuguhkan aksi salib menyalib yang luar biasa :D sedangkan pembalap Ducati Nicky Hayden harus puas berada di posisi ke-6 dan Valentino Rossi di posisi ke-10.
Hasil lengkap race MotoGP Qatar
1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 42m 44.214s
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 42m 45.066s
3. Casey Stoner AUS Repsol Honda (RC213V) 42m 47.122s
4. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 43m 1.328s
5. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 43m 1.634s
6. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) 43m 12.627s
7. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini (RC213V) 43m 12.660s
8. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 43m 13.678s
9. Hector Barbera ESP Pramac Racing (GP12) 43m 15.598s
10. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12) 43m 17.879s
11. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 43m 41.121s
12. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Suter-BMW CRT) 43m 42.302s
13. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART CRT) 43m 54.864s
14. Yonny Hernandez COL Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 44m 0.157s
15. Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART CRT) 44m 10.947s
16. Ivan Silva ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 44m 27.541s
17. Mattia Pasini ITA Speed Master (ART CRT) 44m 31.633s
18. James Ellison GBR Paul Bird Motorsport (ART CRT) 44m 36.096s
DNF Danilo Petrucci ITA Came IodaRacing (Ioda-Aprilia CRT)
DNF Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (GP12)
DNF Michele Pirro ITA San Carlo Honda Gresini (FTR-Honda CRT)
09
Apr
12

Moto2: Asli nggak nahan nontonnya !

Marques berhasil menjadi Juara di Losail, Qatar.

Asli seru banget melihat aksi pembalap papan atas antara Espargaro, Luthi, Marques dan Iannone. pasalnya sedari awal race, terutama mereka berempat selalu bergantian memimpin jalannya balapan. di mulai dari Espargaro, Marques, Luthi dan iannone.

Marquez pun berhasil meraih kemenangan dari pertarungan yang mendebarkan tersebut :D setelah ia melewati Thomas Luthi di awal lap terakhir. Luthi melebar ke tepi trek  ketika mengerem di tikungan pertama yang membuat ia melebar kejadian tersebut membuka jalan bagi Andrea Iannone untuk masuk dan berada di belakang Marquez.

Race results:

1. Marc Marquez SPA (Suter) 40m 34.225s
2. Andrea Iannone ITA (Speed Up) 40m 34.286s
3. Pol Espargaro SPA (Kalex) 40m 35.637s
4. Esteve Rabat SPA (Kalex) 40m 35.864s
5. Thomas Luthi SWI (Suter) 40m 38.206s
6. Scott Redding GBR (Kalex) 40m 40.993s
7. Mike Di Meglio FRA (Speed Up) 40m 41.019s
8. Simone Corsi ITA (FTR) 40m 41.211s
9. Bradley Smith GBR (Tech 3) 40m 45.053s
10. Mika Kallio FIN (Kalex) 40m 45.604s
11. Randy Krummenache SWI (Kalex) 40m 46.975s
12. Johann Zarco FRA (MotoBI) 40m 48.346s
13. Toni Elias SPA (Suter) 40m 51.859s
14. Takaaki Nakagami JPN (Kalex) 40m 52.100s
15. Julian Simon SPA (FTR) 40m 52.119s

 




jarak pandang

  • 799,590

Kategori

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.